WAHANANEWS.CO, Jakarta - Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali menguji ketahanan kelistrikan di tiga provinsi itu dengan merobohkan tower transmisi 150 kV Arun–Bireuen di Aceh pada Jumat (28/11/2025).
Peristiwa tersebut berdampak memutus jaringan distribusi di banyak titik sehingga masyarakat harus bertahan dengan penerangan terbatas sambil menunggu proses perbaikan berlapis dilakukan PLN.
Baca Juga:
Wabup Taput Puji Aksi Cepat PLN Pulihkan Listrik dan Salurkan Bantuan
Tower transmisi adalah menara baja tegangan tinggi yang berfungsi membawa aliran listrik dari pembangkit ke gardu induk melalui jaringan saluran udara.
Robohnya satu tower dapat memutus pasokan listrik di wilayah luas dan membutuhkan penanganan teknis kompleks dari pekerjaan fondasi ulang, pemasangan kembali rangka baja, hingga penarikan ulang konduktor.
Di sisi hilir, cuaca ekstrem juga merobek jaringan distribusi hingga menyebabkan banyak gardu padam dan akses teknis terhambat oleh genangan air serta jalan yang tertutup material longsor sehingga pemulihan dilakukan bertahap dengan prioritas pada jalur yang dapat dijangkau lebih dulu.
Baca Juga:
Jaringan Lumpuh Usai Banjir, PLN Dirikan Tower Darurat untuk Pemulihan Listrik Aceh
Untuk membantu warga yang kehilangan penerangan, Manajemen PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) mengirimkan 500 lampu emergency pada Jumat (28/11/2025) kepada tiga unit induk terdampak masing-masing UID Aceh 300 unit, UID Sumatera Utara 100 unit, dan UID Sumatera Barat 100 unit.
Lampu darurat tersebut menjadi penerang sementara bagi keluarga yang mengungsi maupun warga yang tetap bertahan di rumah dan sekaligus membantu tim PLN yang bekerja malam hari memperbaiki jaringan dalam kondisi medan yang terputus atau licin akibat longsor.
General Manager PLN UID S2JB Adhi Herlambang mengatakan bahwa dukungan lintas wilayah ini merupakan bentuk solidaritas PLN untuk mempercepat pemulihan layanan kelistrikan di tiga provinsi.
“Musibah ini adalah duka kita bersama, semoga dukungan kecil dari kami dapat membantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk tetap menjalankan aktivitas penting dengan lebih aman,” ujarnya.
Manajemen PLN UID S2JB berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal sehingga semangat gotong royong antarprovinsi menjadi kekuatan PLN dalam menjaga layanan publik di saat situasi paling sulit.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]