WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan kendaraan listrik memang menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun dari sisi kenyamanan penggunaan, mobil hybrid dinilai lebih mudah diterima oleh konsumen.
Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus meningkat. Namun di antara berbagai jenis teknologi, mobil hybrid justru dinilai paling diminati oleh masyarakat.
Baca Juga:
Teknologi dan Harga Jadi Alasan Kendaraan Hybrid Tetap Mendominasi
"Pertumbuhan kendaraan listrik memang bagus. Pangsa pasarnya juga sudah cukup tinggi sekitar 14%," ujar Putu di Kemenperin, Jumat (13/3/2026).
Dalah satu alasan utama meningkatnya minat terhadap mobil hybrid adalah karena kendaraan ini tidak memerlukan infrastruktur pengisian daya khusus seperti mobil listrik murni. Konsumen tetap dapat menggunakan jaringan bahan bakar yang sudah tersedia tanpa harus bergantung pada stasiun pengisian listrik.
"Hybrid lebih mudah diterima karena tidak perlu infrastruktur tambahan. Kendaraan ini tetap menggunakan BBM tetapi jauh lebih efisien," katanya.
Baca Juga:
Wuling Almaz Hybrid Tak Dilengkapi Ban Cadangan, Ini Alasannya
Selain itu teknologi hybrid juga menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional. Beberapa model bahkan mampu mencapai konsumsi bahan bakar yang sangat hemat.
"Efisiensi mobil hybrid itu sangat tinggi. Konsumsi bahan bakarnya bisa lebih dari 20 kilometer per liter," jelasnya.
Perkembangan teknologi kendaraan juga membuat masyarakat semakin tertarik mencoba berbagai inovasi otomotif. Generasi konsumen saat ini disebut lebih terbuka terhadap teknologi baru dibandingkan sebelumnya.