WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gempa bermagnitudo 7,8 mengguncang Filipina selatan pada Senin, (8/6/2026) pagi. Sedikitnya 32 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat gempa yang juga memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Gempa terjadi pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao. Pusat gempa berada tidak jauh dari General Santos City, salah satu kota pelabuhan penting di Filipina selatan.
Baca Juga:
Bidhumas Polda Jambi Gelar Rakernis Humas Tahun 2026, Optimalkan Komunikasi Publik dan Manajemen Media Untuk Mendukung Asta Cita Presiden RI
Otoritas Filipina melaporkan sejumlah bangunan rusak dan roboh di General Santos City. Sebanyak 12 orang juga masih dinyatakan hilang di kota tersebut.
Operasi Bandara Internasional General Santos sempat dihentikan sementara. Sejumlah penerbangan komersial menuju kota itu ikut dibatalkan setelah gempa.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina menyatakan tsunami teramati setelah gempa. Gelombang tertinggi dilaporkan mencapai sekitar 1,48 meter.
Baca Juga:
Sepanjang Tahun 2023 Indonesia Diguncang 10.789 Gempa
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan warga mengikuti arahan otoritas setempat. Warga di daerah pesisir juga diminta bergerak ke tempat yang lebih tinggi saat peringatan tsunami masih berlaku.
Dampak gempa juga dirasakan hingga Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum akhirnya mencabut peringatan tersebut pada pukul 10.15 WIB.
Meski peringatan telah berakhir, BMKG mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah Indonesia. Gelombang tertinggi terpantau di Talengan setinggi 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB.