WAHANANEWS.CO, Jakarta - Malaysia memilih menempuh jalur diplomatik untuk menangani kabut asap lintas batas yang semakin memburuk dan kini berdampak serius terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak.
Pemerintah Malaysia memandang persoalan kabut asap tersebut sebagai masalah serius yang membutuhkan penanganan bersama dengan Indonesia.
Baca Juga:
Polrestabes Medan Ungkap Jaringan Narkoba Cina - Malaysia - Indonesia, 5 Kg Sabu Diamankan
"Kami memandang serius persoalan kabut asap lintas batas ini dan akan menyampaikan kekhawatiran Malaysia kepada Indonesia," kata Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan, Jumat (21/8/2026).
Mohamad menjelaskan pemerintah Malaysia akan menggunakan jalur resmi melalui kementerian terkait untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada Indonesia.
Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Alam Malaysia Datuk Seri Arthur Joseph Kurup dijadwalkan mengirimkan surat kepada mitranya di Indonesia.
Baca Juga:
Wakil Bupati Sumedang Terima Delegasi Kepala Sekolah Malaysia, Bangun Kolaborasi Pendidikan Berkelanjutan
Selain komunikasi bilateral, Malaysia juga akan membawa persoalan kabut asap lintas batas tersebut kepada Sekretariat ASEAN.
"Masalah ini perlu ditangani melalui kerja sama regional karena dampaknya melintasi batas negara," ujar Mohamad.
Ia mengatakan mekanisme yang telah tersedia di bawah ASEAN dapat dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi dalam menangani sumber kebakaran hutan.
Malaysia menilai pendekatan regional penting agar upaya penanganan tidak hanya dilakukan secara terpisah oleh masing-masing negara.
"Mekanisme ASEAN lebih efektif untuk memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengoordinasikan upaya bersama antara Malaysia dan Indonesia dalam menangani sumber kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara lintas batas," kata Mohamad.
Menurutnya, Sekretariat ASEAN dapat memainkan peran penting dalam menghubungkan komunikasi serta langkah teknis antara negara-negara yang berkepentingan.
Surat mengenai persoalan kabut asap tersebut juga akan diserahkan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN dalam satu atau dua hari ke depan.
"Kami berharap langkah ini dapat mempercepat tindak lanjut dan koordinasi di tingkat regional," ujar Mohamad.
Upaya diplomatik Malaysia dilakukan ketika kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak terus memburuk akibat kabut asap.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius adalah Serian yang lokasinya tidak jauh dari kawasan perbatasan Malaysia dan Indonesia.
Berdasarkan data portal Sistem Pengelolaan Indeks Pencemaran Udara Malaysia atau APIMS, indeks pencemaran udara di Serian mencapai angka 242 pada Jumat (21/8/2026) pukul 06.00 waktu setempat.
Angka tersebut telah masuk dalam kategori kualitas udara sangat tidak sehat.
Memburuknya kualitas udara kemudian memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.
Perhatian terutama tertuju kepada kelompok masyarakat rentan yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat.
Situasi tersebut membuat langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan publik semakin diperlukan.
Kondisi di Sarawak sekaligus meningkatkan kebutuhan bagi Malaysia dan Indonesia untuk memperkuat kerja sama dalam menangani sumber kebakaran hutan dan pencemaran udara lintas batas.
"Persoalan ini tidak bisa dilihat hanya sebagai masalah satu negara karena kabut asap dapat bergerak dan berdampak langsung kepada masyarakat di wilayah lain," kata Mohamad.
Koordinasi kedua negara dinilai semakin penting karena pergerakan kabut asap tidak mengenal batas administratif.
Mekanisme ASEAN kemudian menjadi salah satu jalur yang akan dimanfaatkan Malaysia untuk mendorong koordinasi penanganan sumber kebakaran.
Malaysia berharap komunikasi melalui ASEAN dapat membantu mempercepat upaya bersama antara negara-negara yang terdampak maupun berkaitan dengan persoalan kabut asap lintas batas.
Sebelumnya, memburuknya kabut asap di Sarawak telah membuat pemerintah setempat mengambil langkah dengan menutup sementara hampir 600 sekolah.
Penutupan sekolah dilakukan untuk melindungi para siswa dari paparan udara tidak sehat di tengah meningkatnya indeks pencemaran udara di sejumlah wilayah Sarawak.
[Redaktur: Sandy]