WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa operasi "Epic Fury" di Iran akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan strategis tercapai. Serangan pemungkas segera dilancarkan.
Trump menyebutkan bahwa dalam dua hingga tiga minggu mendatang, AS akan melancarkan serangan yang "sangat keras" ke Iran sehingga menimbulkan dampak signifikan.
Baca Juga:
Iran Bantah Keras Klaim AS, Kesepakatan Buka Selat Hormuz Ternyata Belum di Depan Mata
"Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu," ujarnya dalam pidato kenegaraan di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat, melansir dari CNBC Indonesia.
Dia juga kembali menegaskan bahwa perubahan rezim bukanlah tujuan utama operasi tersebut, walaupun menurutnya banyak pemimpin Iran telah tewas selama konflik berlangsung.
Ia juga memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan dalam waktu dekat, AS siap menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik, secara bersamaan.
Baca Juga:
Iran Mainkan Kartu Selat Hormuz, Kapal Perang AS Terancam Dilarang Melintas
Namun, Trump menambahkan bahwa fasilitas minyak Iran belum menjadi target, meskipun menurutnya itu merupakan sasaran yang paling mudah untuk dihancurkan.
Dalam pernyataannya, Trump juga mengeklaim kemampuan pertahanan udara Iran telah lumpuh.
"Mereka tidak punya pertahanan udara. Radar mereka hancur. Kita tak terhentikan," ujarnya.
Trump juga menyoroti dampak serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang sebelumnya dihantam bomber B-2.
Ia mengatakan kerusakan yang ditimbulkan sangat besar hingga dibutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum area tersebut dapat didekati kembali. Ia pun menegaskan bahwa AS akan kembali menyerang jika Iran mencoba memulihkan programnya.
"Kami memegang semua 'kartu'," kata Trump.
[Redaktur: Alpredo Gultom]