WahanaNews.co | Anggota DPR RI Dedi Mulyadi melaporkan sejumlah anak rata-rata berusia di bawah lima tahun di Desa Ciracas, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat terserang penyakit kulit menular.
Dedi melaporkan kejadian itu setelah melakukan blusukan dan dicegat oleh sejumlah ibu yang membawa anaknya di Desa Ciracas, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta
Baca Juga:
PLN UP3 Purwakarta Gelar Apel dan Doa Bersama Siaga Amankan Pasokan Listrik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Ibu tersebut kemudian menginformasikan bahwa anaknya mengalami sakit kulit. Bahkan disebutkan banyak anak di bawah lima tahun yang mengalami sakit serupa di desanya.
“Ini pernah (sakit kulit) waktu umur 14 bulan, sekarang jadi lagi. Sudah ke dokter tapi tidak tahu penyakit apa, cuma katanya menular,” kata sang ibu kepada Dedi.
Menurutnya, penyakit kulit tersebut menyebar cukup cepat hanya dengan bersentuhan.
Baca Juga:
YBM PLN UP3 Purwakarta Turut Sukseskan Gelar Gebyar PKH 2025 “Satu Desa Satu Sarjana”, Berbagi Peralatan Penunjang Pendidikan dengan Semangat Jelang Hari Listrik Nasional
Ucapan ibu tersebut dibenarkan oleh warga lain.
Bahkan ada warga berusia dewasa yang mengalami hal serupa dan parahnya menjalar hingga ke sekujur tubuh.
Mendapat keluhan seperti itu, Dedi Mulyadi langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta Deni Darmawan. Ia menanyakan perihal keluhan warga tersebut dan meminta ada tim dokter yang turun ke lokasi.
“Itu kemungkinan scabies (kudis) memang bisa menular,” kata Deni saat video call dengan Dedi.
Dedi meminta agar tim Dinas Kesehatan Purwakarta segera turun ke lapangan, karena sudah banyak warga yang terpapar penyakit kulit.
Kalau terus dibiarkan, kata dia, maka bisa berkembang semakin banyak, bisa lintas desa.
Meski meminta tim Dinas Kesehatan Purwakarta turun ke lapangan, Dedi juga akan menurunkan tim dokternya.
Mantan Bupati Purwakarta ini menilai pentingnya turun langsung berkeliling ke tempat tinggal warga, sebab tanpa turun langsung kemungkinan besar penyakit seperti yang dialami warga Ciracas tak diketahui dan keburu menyebar ke desa lain. [Tio/Ant]