WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan percepatan perbaikan ribuan rumah tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Total terdapat 3.265 unit rumah nakes yang mengalami kerusakan dengan beragam tingkat keparahan dan kini tengah diproses untuk mendapatkan bantuan pemerintah.
Baca Juga:
Pemulihan RSUD Muda Sedia Terus Dikebut, Layanan Kesehatan Mulai Normal Bertahap
Pemerintah, melalui Kemenkes, menegaskan komitmennya untuk terus bergerak cepat agar pemulihan hunian tenaga kesehatan dapat segera terealisasi.
Seluruh data kerusakan telah dihimpun dan disampaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai dasar penyaluran bantuan.
"Masuk datanya 3.265 rumah (rusak) dengan klasifikasi kerusakannya seperti apa, yang ringan berapa, sedang berapa, berat berapa. Data ini kita kirimkan ke BNPB," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga:
Kemenkes Pastikan Influenza A H3N2 Subclade K Bukan Ancaman Serius
Menkes menjelaskan, setelah proses verifikasi data rampung, BNPB akan menentukan skema bantuan perbaikan rumah sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami.
Dalam proses tersebut, Kemenkes berperan membantu melengkapi data administratif, termasuk alamat lengkap serta dokumentasi foto kerusakan rumah nakes, agar pencairan bantuan dapat dilakukan secepatnya.
“Nanti BNPB yang akan memutuskan, yang ringan diapakan, yang sedang bagaimana, yang berat bagaimana. Kita bantu dengan alamat dan foto-fotonya supaya BNPB bisa mulai mencairkan bantuannya,” ucap Menkes.
Ia menilai percepatan penanganan ini menjadi hal krusial sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Selain itu, langkah cepat ini juga mencerminkan soliditas dan sinergi antarinstansi pemerintah dalam menghadapi situasi darurat.
Menkes turut menyoroti kondisi psikologis tenaga kesehatan yang terdampak, terutama mereka yang mengalami kerusakan rumah berat.
Menurutnya, kenyamanan tempat tinggal sangat berpengaruh terhadap ketenangan nakes dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Ini akan menjadi bukti bahwa pemerintah kompak, bekerja cepat. Ini rumah-rumah tenaga kesehatan, kalau rumahnya saja rusak seperti ini, bagaimana mereka bisa bekerja dengan tenang melayani masyarakat,” ujar Menkes.
Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, memaparkan bahwa skema bantuan perbaikan rumah mengacu pada klasifikasi tingkat kerusakan.
Pemerintah mengalokasikan bantuan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta bagi rumah yang mengalami kerusakan berat.
“Jadi tadi sudah kita sampaikan sebelumnya. Jadi untuk rusak ringan, sedang, dan berat itu anggarannya masing-masing 15, 30, dan 60 juta rupiah,” kata Jarwansah.
Selain skema bantuan, BNPB juga telah menerima data sebaran rumah tenaga kesehatan terdampak bencana di wilayah Sumatra.
Berdasarkan laporan tersebut, Provinsi Aceh menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 3.050 unit rumah. Disusul Sumatera Barat sebanyak 167 unit dan Sumatera Utara sebanyak 48 unit.
“Yang penting dari 3.265 ini, tenaga nakes perlu kita sampaikan agar semuanya melaporkan dan dipastikan sudah terdata di BPBD daerah. Jangan sampai datanya tidak masuk atau justru masuk di tahap kedua,” ujar Jarwansah.
Pemerintah berharap, dengan kelengkapan data dan koordinasi lintas lembaga yang optimal, proses pemulihan rumah tenaga kesehatan dapat berjalan lancar sehingga para nakes dapat kembali fokus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]