WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap adanya persoalan gizi yang cukup serius pada kalangan remaja setelah pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui sekitar 25 persen remaja mengalami anemia atau kekurangan zat besi, kondisi yang dapat berdampak langsung pada kesehatan dan prestasi belajar.
Baca Juga:
Menkes Soroti Dampak Bullying dan Tekanan Akademik terhadap Kesehatan Jiwa Anak
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa anemia pada remaja tidak bisa dianggap sepele.
Kekurangan zat besi dapat menurunkan konsentrasi, daya tahan tubuh, hingga produktivitas siswa dalam aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan anemia dalam program CKG menyasar siswa kelas 7 putra dan putri serta siswi kelas 10 yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi.
Baca Juga:
Lonjakan Campak 2026 Picu KLB di 11 Provinsi, Komisi IX Minta Aksi Cepat Pemerintah
“Di remaja, kami menemukan masalah gizi yang cukup memprihatinkan dan satu dari empat remaja mengalami anemia. Ini menunjukkan kondisi gizi yang kurang baik karena kekurangan darah atau zat besi,” kata Maria Endang Sumiwi dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026.
Menurut Endang, upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi pola makan bergizi seimbang serta pemberian tablet tambah darah secara rutin.
Remaja putri menjadi kelompok yang mendapat perhatian khusus karena lebih rentan mengalami anemia, terutama akibat kehilangan darah saat menstruasi.