WAHANANEWS.CO, Jakarta - Misteri kematian Sumarna (43), petugas keamanan yang ditemukan tewas tenggelam dengan kedua tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, memasuki babak baru setelah polisi menyelidiki dugaan keterlibatan kelompok geng motor di balik peristiwa tersebut.
Polda Jawa Barat mulai mendalami dugaan tersebut menyusul beredarnya sejumlah unggahan di media sosial yang menampilkan wajah beberapa orang sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Baca Juga:
Polres Binjai Amankan 14 Unit Sepeda Motor Terlibat Aksi Balap Liar Dan Begal
"Kami masih mengedepankan asas praduga tak bersalah dulu ya, sebelum bukti permulaannya cukup kuat ini untuk memasukkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan pada wartawan, Senin (27/7/2026).
Menurut Hendra, penyelidik masih mengumpulkan berbagai informasi untuk memastikan apakah dugaan keterlibatan kelompok geng motor memiliki keterkaitan dengan kematian korban.
Proses penyelidikan juga dilakukan dengan menelusuri keterangan para saksi dan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat maupun media sosial.
Baca Juga:
Pencari Nasi Sisa Tewas Dibacok Geng Motor, Polisi Bekuk Tiga Pelaku di Medan
"Ada informasi yang terkait dengan karena menegur dari kelompok geng motor ini, masih kita dalami, ya. Masih kita selidiki. Apabila nanti ada korelasi dan sebagainya dari keterangan-keterangan saksi yang sudah kita periksa ini, nanti akan kita sampaikan," kata Hendra.
Ia menegaskan, penyidik belum mengambil kesimpulan karena seluruh informasi masih harus diuji dengan alat bukti dan hasil pemeriksaan saksi.
Polisi memastikan setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada publik apabila telah ditemukan keterkaitan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Sebelumnya, Sumarna ditemukan meninggal dunia di tepian danau kawasan Tanggul Ubrug, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7/2026).
Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam dinas lengkap dengan kondisi kedua tangan terborgol ke belakang sehingga memunculkan berbagai dugaan terkait penyebab kematiannya.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan petugas keamanan tersebut kehilangan nyawa.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]