WAHANANEWS.CO, Jakarta - Agenda investasi bernilai raksasa dibahas langsung di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto ketika ia menerima CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Minggu (5/1/2026) sore dan dikonfirmasi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui keterangan resmi Sekretariat Kabinet.
Baca Juga:
Tiba di AS, Presiden Prabowo Akan Bertemu Presiden Trump Guna Perkuat Hubungan Bilateral
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo dan Rosan Roeslani membahas sejumlah agenda strategis, termasuk perkembangan proyek hilirisasi yang tengah dijalankan Danantara.
“Dibahas tiga poin utama dalam pertemuan tersebut,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ia menjelaskan, poin pertama yang dibahas adalah perkembangan lima titik proyek hilirisasi Danantara yang direncanakan akan melakukan groundbreaking pada awal bulan berikutnya.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Didampingi Menteri ESDM dan Sekretaris Kabinet Bertolak ke Washington DC Bertemu Dengan Presiden Trump
Nilai investasi proyek hilirisasi tersebut disebut mencapai sekitar 6 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp100 triliun.
“Perkembangan 5 titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan,” ujar Teddy menjelaskan secara rinci.
Program hilirisasi itu direncanakan tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia dan diarahkan untuk memperkuat struktur industri nasional.
Selain membahas hilirisasi, pertemuan tersebut juga menyinggung perkembangan proyek waste to energy yang berfokus pada penertiban pengelolaan sampah.
Proyek tersebut dinilai penting untuk menekan volume sampah terbuka sekaligus menciptakan nilai tambah dari sisi ekonomi.
“Perkembangan Projects Waste to Energy, sehingga volume sampah terbuka tidak hanya berkurang namun akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi,” tutur Teddy.
Pemerintah menilai proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendorong investasi, industrialisasi, dan ekonomi berkelanjutan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]