WahanaNews.co | PT PLN (Persero) melaporkan konsumsi atau beban puncak listrik tertinggi, yang mencapai 28.093 mega watt (MW), terjadi pada pukul 19.00 WIB, hari Kamis (14/10). Angka itu melampaui beban puncak listrik sebelum pandemi covid-19 pada 2019 lalu, yakni 27.973 MW.
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyebut peningkatan konsumsi listrik sejalan dengan pulihnya ekonomi nasional pasca pandemi covid-19, terutama di sektor industri yang mulai bergerak.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
"Aktivitas industri dan perekonomian sudah kembali pulih. Diharapkan terus membaik dan akan mencapai pertumbuhan ekonomi yang positif," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (17/10).
Pada siang hari, beban puncak listrik tertinggi sepanjang tahun ini jatuh pada 13 Oktober 2021 yang tercatat sebanyak 27.740 MW.
Capaian tersebut jauh di atas beban puncak listrik tertinggi pada tahun lalu yang sebesar 26.717 MW yang terjadi pada Maret.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Karenanya, PLN, kata Zulkifli, terus mengecek seluruh operasional pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik, terutama di wilayah Jawa, Madura, dan Bali.
"Kami memastikan pasokan listrik andal untuk menyambut pemulihan ekonomi nasional," terang dia.
Hingga September 2021, PLN mencatat konsumsi listrik nasional tumbuh 4,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.