WahanaNews.co | Kepala
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengatakan bahwa ada sebanyak 97 ribu data milik
Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) yang belum diperbarui.
Lebih parahnya lagi, puluhan ribu data pribadi milik
abdi negara itu selama ini ternyata ada yang palsu.
Baca Juga:
Kepala BKN RI Buka Sosialisasi Manajemen Talenta Sekaligus Penyerahan SK CPNS Formasi TA 2021 di Kabupaten Raja Ampat
Kepalsuan data itu telah membuat pemerintah hanya
membayar gaji para ASN dan PNS tanpa adanya orang yang menerimanya.
"Masih banyak yang perlu dimutakhirkan,
dilengkapi, bahkan masih banyak juga data-data yang palsu. Pada 2014 kita
melakukan kembali pendataan ulang PNS tapi saat itu kita sudah melakukannya
melalui elektronik dan dilakukan oleh masing-masing PNS sendiri," ujar Bima
Haria, Kepala BKN seperti dikutip dari YouTube BKN, Senin (24/5/2021).
"Hasilnya apa? Ternyata hampir 100.000 tepatnya 97.000
data itu misterius. dibayarkan gajinya, membayarkan iuran pensiun, tapi tidak
ada orangnya," ucapnya lebih lanjut.
Baca Juga:
41 Security Pemprov Sulbar Terancam Dirumahkan akibat Regulasi Baru dari BKN
Lebih lanjut Bima Haria sedang mencoba sistem baru
demi pemutakhiran data yang dilakukan oleh masing-masing PNS lewat aplikasi
MYSAPK.
Aplikasi tersebut bisa memperbaiki segala macam data
yang memang perlu diperbarui secara berkala seperti data personal sampai pindah
instansi.
"Kami hanya kelola dan jaga kerahasiaan data tapi
pemutakhiran data itu jadi milik dan kewajiban ASN itu," pungkasnya.(Tio)
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.