WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengingatkan aparat keamanan yang mengawal unjuk rasa agar selalu menjaga keselamatan serta melindungi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.
"Mengingatkan aparat yang bertugas di lapangan untuk menjaga keselamatan serta melindungi para jurnalis/wartawan/media yang sedang menjalankan tugas jurnalistik," kata Komaruddin Hidayat dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga:
Jabat Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat Hentikan 'Puasa Medsos'
Dia juga mengimbau para jurnalis atau wartawan atau media yang melakukan peliputan aksi unjuk rasa agar senantiasa waspada, serta menjaga keselamatan diri dan hasil liputannya dengan sebaik-baiknya.
Dia menyerukan pula kepada media massa untuk tetap bekerja secara profesional dengan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 tentang Pers.
"Menyampaikan peristiwa dan fakta secara akurat, jujur, serta dilandasi itikad baik demi kepentingan masyarakat luas," kata dia.
Baca Juga:
Dituding Langgar UU Pers, Kejagung Dinilai Kebablasan Jerat Direktur JAK TV
Komaruddin menyebut sejumlah seruan Dewan Pers itu disampaikan berangkat atas mencermati perkembangan situasi unjuk rasa di wilayah Jakarta yang berlangsung sejak beberapa hari lalu.
Seperti diketahui, demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR berakhir ricuh pada Kamis (28/8) malam.
Dalam kerusuhan tersebut, seorang pengemudi ojek online (ojol) tertabrak dan terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob yang diduga terjadi di wilayah Pejompongan.
Sejumlah massa lantas melakukan aksi unjuk rasa di area Mako Brimob Polda Metro Jaya, untuk menuntut keadilan dan tanggungjawab atas meninggalnya pengemudi ojol yang meninggal dunia tersebut.
Ribuan massa yang merupakan pengemudi ojol dan warga itu masih bertahan di kawasan Mako Brimob Kwitang hingga Jumat dini hari.
Bahkan, kericuhan warga imbas demo serta tewasnya seorang pengemudi ojol tersebut semakin meluas hingga ke Jalan Raya Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, pada Jumat pagi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]