WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pengembangan subsektor ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi kolaborasi antar komunitas, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya agar produk kreatif lokal mampu naik kelas dan menembus pasar nasional bahkan internasional.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Danau Toba Berkelanjutan
Menurutnya, setiap subsektor ekonomi kreatif (ekraf) memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda.
Keragaman ini menjadi kekuatan besar apabila dikelola secara tepat dan terintegrasi.
Karena itu, diperlukan strategi kolaborasi yang selaras dengan berbagai agenda maupun event berskala nasional dan internasional guna memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas pelaku, serta memperkuat daya saing produk kreatif Indonesia.
Baca Juga:
Dari Bandung ke Pekalongan, Galeri Patrakomala Dorong Kolaborasi Kerajinan Antardaerah
Sebagai bentuk keseriusan, Riefky memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan sektor tersebut.
"Kami siap memfasilitasi pertumbuhan dan memaksimalkan potensi setiap subsektor," ujarnya di Bandar Lampung, Minggu 15 Februari 2026.
Ia juga menambahkan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif senantiasa membuka ruang dialog strategis dengan para pelaku dan komunitas kreatif.
Langkah ini dilakukan untuk menyerap aspirasi, memperkuat sinergi, sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis kolaborasi melalui pendekatan Hexahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan.
Dalam diskusi yang digelar di Bandar Lampung pada Minggu 15 Februari 2026 tersebut, para pegiat ekonomi kreatif menyampaikan berbagai masukan.
Di antaranya kebutuhan fasilitasi bagi UMKM, pembentukan wadah kolaborasi lintas subsektor, hingga penguatan promosi, pelatihan, dan pendampingan usaha agar lebih adaptif terhadap perkembangan pasar.
Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif.
Kolaborasi tersebut dinilai penting terutama untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan subsektor ekraf di Provinsi Lampung agar semakin kompetitif.
"Kami ingin pelaku kreatif berbagi pengalaman, meningkatkan kualitas, dan tumbuh bersama," ucapnya.
Ia berharap, melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, sektor ekonomi kreatif Lampung mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain berdialog dengan para pelaku kreatif, Menekraf bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung juga mengunjungi PT Sari Alami untuk melihat secara langsung proses produksi dan pengolahan kopi.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memahami rantai produksi sekaligus menggali potensi pengembangan produk berbasis komoditas unggulan daerah.
Menurut Riefky, langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kreatif lokal untuk terus berinovasi dan meningkatkan nilai tambah produknya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]