WahanaNews.co | Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan,
program food estate
hortikultura di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), direncanakan mencakup luasan hingga 30.000 hektar (ha) lahan dan diproyeksikan tercapai pada 2023.
Sebagai langkah awal, Kementerian
Pertanian (Kementan) memulai kegiatan super prioritas percontohan klaster
terpadu seluas 215 ha pada 2020.
Baca Juga:
Pemkab Samosir Terima 5 Ton Bibit Bawang dari Pemprov Sumut, Ini Harapan Wakil Bupati
Kemudian, program khusus pertanian
tersebut dilanjutkan pada 2021 dengan menggarap seluas 785 ha.
Dengan begitu, total lahan dari 2020-2021
adalah sebesar 1.000 ha.
"Sesuai dengan arahan Presiden Joko
Widodo (Jokowi) agar program ini segera dikembangkan hingga 1.000 ha.
Insyaallah, para petani yang ada disini keliatan happy," ujarnya, Selasa (23/3/2021).
Baca Juga:
Labkesda dan 4 Puskesmas di Sikka Diproyeksi Bakal Jadi BLUD
Pernyataan tersebut disampaikan saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar
Pandjaitan, di Kabupaten Humbahas, Selasa (23/3/2021).
Selain Mentan, turut hadir Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono, sebagai pendamping Menko Marves dalam rangka meninjau kembali
capaian dan perluasan yang ditargetkan pada kawasan food estate.
Dalam kesempatan tersebut, SYL
mengaku, Kementan bekerja keras untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas
pengembangan food estateHumbahas dari hulu sampai hilir.
Salah satu bukti nyata yang dilakukan
Kementan adalah menggandeng perguruan tinggi, swasta, dan mitra lainnya melalui
penandatangan memorandum of understanding
(MoU).
Penandatangan MoU antara pemerintah,
Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta sekaligus pihak off-taker dilakukan sebagai dasar kerja
sama untuk mewujudkan pengembangan food
estate dengan model kemitraan yang saling menguntungkan.
Melalui kerjasama tersebut, Kementan
pun menjamin keberhasilan produksi panen dalam meningkatkan produktivitas.
Dari peningkatan produktivitas, maka
dapat mendekatkan perbankan dan pasar dengan petani.
Dengan begitu, petani tidak mengalami
kesulitan permodalan dan pemasarannya.
Bahkan, petani dapat melakukan
hilirisasi dengan mendorong pembangunan industri olahan.
Terkait lahan food estate, Syahrul menegaskan, seluruh area yang digunakan berada
dalam area penggunaan lain (APL).
Tidak ada lahan yang menyentuh kawasan
hutan lindung.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk
komoditas hortikultura utama yang dikembangkan, meliputi kentang, bawang merah,
dan bawang putih.
Selanjutnya, akan direncanakan
penambahan komoditas jagung.
"Oleh karena itu, saya meminta
masyarakat untuk kerja keras dan terbiasa disiplin dalam bekerja sesuai amanat
Pak Menko Luhut. Dijamin pasti menguntungkan," imbuh SYL.
Ia mengaku, tujuan Kementan bersama
pihak terkait dalam mengembangkan food
estate adalah untuk membuat masyarakat menjadi lebih baik dan semakin
sejahtera.
Bahkan, pemerintah bersama petani akan
menjamin harga, sehingga ada kepastian, termasuk ketika panen tidak jatuh.
"Pemerintah akan kawal pengembangan food estate hingga dua tahun. Apabila
program ini berhasil, maka akan dilakukan pembangunan di daerah lain," kata
SYL.
Keberhasilan Tanam Perdana
Sebelumnya, Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan, keberhasilan budidaya di
lahan food estate Humbahas pada
penanaman perdana sudah memberikan hasil yang memuaskan.
Adapun hasil panen yang diperoleh
terdiri dari kentang sebesar 15 ton per ha, bawang merah dan bawang putih
masing-masing 5,8 ton per ha.
Hasil ini diketahui mencapai 75 persen
rata-rata dengan produktivitas nasional.
"Hasil panen ini baru tanam pertama,
sehingga tanam kedua dan seterusnya dapat dipastikan lebih bagus," ujarnya,
saat melakukan panen perdana kentang pada lahan food estate di Desa Ria Ria, Kecamatan Pollung.
Selain memanen, Luhut juga melakukan kick-off pembukaan lahan food estate di Desa
Hutajulu, Kecamatan Pollung, Humbahas, seluas 785 ha.
Guna mempercepat pembangunan food estate, ia meminta semua jajaran
pemerintahan, mulai dari bupati, gubernur, Tentara Nasional Indonesia (TNI),
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) serta pihak lainnya saling
bahu-membahu.
"Saya minta karya yang sudah dibuat
anak bangsa ini dihormati dan diteruskan. Terlebih pengembangan food estate dilakukan secara
terintegrasi," imbuh Luhut.
Terkait pupuk, ia menjelaskan, enceng
gondok dari Danau Toba akan diolah menjadi pupuk kompos dengan kualitas bagus.
Pemupukan ini dapat meningkatkan hasil
panen hingga 20 persen.
"Jadi bisa dibayangkan kalau bangsa
ini melakukan pekerjaan secara terintegrasi untuk kepentingan masyarakat, maka
tak ada yang tidak bisa diwujudkan," kata Luhut.
Prioritaskan Food Estate Humbahas
Dalam kesempatan tersebut, Luhut
mengatakan, pemerintah memprioritaskan pengembangan food estate Humbahas sebagai lumbung pangan nasional yang dikelola
secara integrasi dari hulu hingga hilir.
Dengan food estate, produk yang dihasilkan bukan lagi pangan mentah,
tetapi berupa olahan.
Hasil ini akan memberikan nilai tambah
cukup tinggi bagi petani dan perekonomian daerah, serta negara.
Oleh karena itu, lahan food estate di Desa Ria Ria akan
diperluas menjadi 2.500 ha pada 2021. Sementara itu, pada 2024 ditargetkan
penggunaan lahan seluas 20.000 ha.
Seperti diketahui, lahan food estate di Desa Ria Ria saat ini
seluas 215 ha.
Rinciannya terdiri dari lahan kentang
50 ha, bawang merah 100 ha, bawang putih 50 ha, dan lahan demonstrasi farming (Demfarm) untuk percobaan budidaya seluas 15 ha.
"Saya mau menginformasikan, untuk target
pada 2021 akan dilakukan pengembangan lahan food
estate seluas 1.000 ha dan 1.500 ha dari land clearing bersama Kementerian
PUPR," ujar Luhut.
Ia berharap, pada 2022 bisa
mengembangkan lahan food estate mencapai 3.000 hingga 4.000 ha.
"Kami bermimpi kalau semua berjalan
dengan baik, hingga 2024 akan dibuka lahan seluas 20.000 ha," jelasnya.
Menurut Luhut, target tersebut memang
tidak mudah. Akan tetapi, bila dikerjakan dengan bersinergi, tidak sampai
setahun bisa tercapai berkat teamwork
yang mumpuni.
"Bersama Mentan, kami sudah siapkan off-taker. Jadi, pihak pembeli dari
hasil petani tidak mengalami masalah. Menteri PUPR bahkan bertindak sigap
dengan bulldozer langsung mengerjakan semuanya. Begitu pula, Pak Mentan bersama
timnya juga tanggap, bahkan ada anak-anak muda yang membantu," imbuhnya.
Oleh karena itu, Luhut mengajak semua
pihak berpikir out of the box agar
bisa membuat ciptaan-ciptaan baru untuk kebaikan bersama.
Terkait pengembangan food estate, Luhut menambahkan, tidak
hanya fokus pada aspek produksi dan hilirisasi.
Namun,
dikembangkan pula research center
untuk menghasilkan benih sendiri dengan varietas yang cocok sesuai tanah lahan food estate.
Dengan research center, maka konsep pengembangan food estate dapat dilakukan secara mandiri.
Hal ini bertujuan memperkuat ketahanan
pangan nasional, bahkan ke depan bisa memenuhi pangan di negara-negara lainnya.
"Kami bersama Mentan Syahrul dan
Menteri PUPR Basuki sudah melihat lokasi research
center. Selanjutnya akan kami siapkan dari dua tahun sekarang untuk
menghasilkan benih sendiri. Kami kerja keras untuk mempercepat ini," ucap
Luhut.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut, Inspektur
Jenderal Polisi RZ Panca Putra Simanjuntak; Panglima
Komando Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan (BB), Mayor
Jenderal TNI Hassanudin; Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor; dan Bupati Pakpak Barat, Franc Bernhard Tumanggor. [qnt]