WahanaNews.co, Solo – Aspirasi yang disampaikan Ketua Umum FSP PPMI SPSI, Arnod Sihite, dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan, dan Media Informasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP PPMI SPSI) di Solo, 1–2 Agustus 2026, mendapat perhatian dari sejumlah pejabat yang hadir dalam forum tersebut.
Dalam sambutannya, Arnod Sihite yang juga ketua umum Persatuan Toga Sihite dohot Boruna Sedunia (PTSBS), menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha yang sehat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan lapangan kerja.
Baca Juga:
Kelompok Masyarakat Adat Batak Sihite Usul MBG dan KDMP di Evaluasi Total, Relokasi Anggaran ke Program Produktif
Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja harus berjalan seiring dengan keberlangsungan dunia usaha agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.
Ket foto: Pengurus PTSBS saat foto bersama Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli pada Munas VIII FSP PPMI SPSI di Solo, 1–2 Agustus 2026 . [WahanaNews.co/ist]
Salah satu persoalan yang disampaikan Arnod adalah kendala yang dihadapi Lodewyk Sihite, Sekretaris Jenderal PTSBS, pengusaha di sektor logistik, yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan bahan bakar solar. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap kelancaran operasional perusahaan dan berpotensi menghambat aktivitas distribusi barang.
Baca Juga:
Parsadaan Toga Sihite dohot Boruna Sedunia Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana di Sumut
Selain itu, Arnod juga menyampaikan harapan agar usaha yang dijalankan Salam Purba pengurus PTSBS, pengusaha ritel Indomaret, dapat terus beroperasi.
Menurutnya, keberlangsungan usaha tersebut penting karena berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menilai sistem manajemen yang diterapkan perusahaan juga sejalan dengan semangat Program Asta Cita Presiden dalam memperkuat penciptaan dan keberlanjutan lapangan kerja.
Ket foto: Pengurus PTSBS saat foto berjabat tangatangan dengan Penasehat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal (baju putih) pada Munas VIII FSP PPMI SPSI di Solo, 1–2 Agustus 2026. [WahanaNews.co/ist]
Penyampaian aspirasi tersebut mendapat respons positif dari peserta forum. Dalam kesempatan itu, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Pekerja, Wakil Menteri tenaga kerja serta Wali Kota Surakarta memberikan apresiasi atas perhatian yang diberikan terhadap persoalan ketenagakerjaan dan keberlangsungan dunia usaha.
Nama Toga Sihite Sedunia beberapa kali disebut dan para peserta dan undangan ikut bertepuk tangan didalam forum sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam menyuarakan isu-isu yang berkaitan dengan pekerja dan pelaku usaha.
Bahkan, dalam forum tersebut mengemuka rencana penjajakan sinergi program kerja antara para pemangku kepentingan dengan Toga Sihite Sedunia untuk mendukung penguatan sektor ketenagakerjaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan dunia usaha yang berkelanjutan.
Menanggapi apresiasi tersebut, Ketua Umum Toga Sihite Sedunia Arnod Sihite menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan.
"Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Toga Sihite Sedunia. Aspirasi yang kami sampaikan semata-mata bertujuan mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif sehingga lapangan kerja tetap terjaga. Ke depan, kami siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti hasil-hasil pembahasan dalam Munas VIII FSP PPMI SPSI demi kemajuan dunia usaha, kesejahteraan pekerja, dan kepentingan masyarakat luas," ujar Arnod.
Ket foto: Pengurus PTSBS saat berdiskusi dengan Arnod Sihite, Ketua Umum FSP PPMI SPSI pada Munas VIII FSP PPMI SPSI di Solo, 1–2 Agustus 2026. [WahanaNews.co/ist]
Ia menambahkan, berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam Munas VIII FSP PPMI SPSI akan segera dibahas bersama jajaran pengurus Persatuan Toga Sihite dohot Boruna Sedunia (PTSBS) sebagai bahan penyusunan program organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Sejumlah tokoh marga Sihite turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Salmon Sihite, Lodewyk Sihite, Aslin Sihite, Hardi Sihite, Samser Sihite, serta Salam Purba (boru).
Munas VIII FSP PPMI SPSI yang berlangsung di Solo menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait penguatan perlindungan pekerja, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan iklim investasi dan dunia usaha yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ket foto: Foto bersama stakeholder Ketenagakerjaan pada Munas VIII FSP PPMI SPSI di Solo, 1–2 Agustus 2026 . [WahanaNews.co/ist]
[Redaktur: Amanda Zubehor]