WAHANANEWS.CO, Jakarta - Aryna Sabalenka kembali menegaskan dominasinya di awal musim 2026 dengan sukses mempertahankan gelar juara Brisbane International.
Petenis peringkat satu dunia itu keluar sebagai kampiun setelah menaklukkan Marta Kostyuk di partai final yang berlangsung di Pat Rafter Arena, Brisbane, Australia, Minggu (11/1/2026).
Baca Juga:
James Cameron Cetak Sejarah, Empat Filmnya Tembus Pendapatan Miliaran Dolar
Dalam laga puncak tersebut, Sabalenka tampil konsisten dan menutup pertandingan dua set langsung dengan skor 6-4, 6-3.
Kemenangan ini menandai gelar keduanya di ajang Brisbane International sekaligus memperpanjang catatan prestasinya di Australia.
Tambahan satu trofi ini juga menjadi gelar kelima Sabalenka di Negeri Kanguru dan trofi ke-22 sepanjang karier profesionalnya di level WTA.
Baca Juga:
Atlet Muda Asal Gresik Ukir Prestasi Gemilang di SEA Games 2025
Raihan tersebut membuat Sabalenka melewati catatan Victoria Azarenka dan menempatkannya sebagai petenis dengan koleksi gelar WTA terbanyak ketiga sepanjang sejarah.
Sepanjang turnamen, petenis asal Belarus itu tampil impresif tanpa kehilangan satu set pun. Meski demikian, Kostyuk bukan tanpa perlawanan.
Petenis Ukraina tersebut beberapa kali memberikan tekanan, terutama di set pertama, namun Sabalenka mampu mengendalikan situasi krusial.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Marta dan timnya atas awal musim yang luar biasa. Saya berharap kami bertemu lebih sering di final untuk menampilkan tenis berkualitas tinggi,” ujar Sabalenka saat penyerahan trofi.
Sebelum melangkah ke partai puncak, Sabalenka terlebih dahulu menyingkirkan Madison Keys dan Karolina Muchova di babak sebelumnya.
Sementara itu, perjalanan Kostyuk menuju final terbilang mengesankan setelah mencatatkan tiga kemenangan atas petenis peringkat sepuluh besar dunia.
Pada pertandingan final, Sabalenka langsung mengambil inisiatif serangan sejak gim awal.
Ia memanfaatkan servis dengan baik dan berhasil mematahkan servis lawan untuk unggul cepat.
Kostyuk sempat menyamakan kedudukan menjadi 3-3 di set pertama, namun Sabalenka tetap tenang dan merebut set pembuka pada gim kesepuluh.
Memasuki set kedua, Sabalenka kembali menunjukkan superioritasnya dengan unggul 3-0.
Ia menjaga kontrol permainan hingga akhir laga dan menutup pertandingan melalui servis yang solid, tanpa memberi ruang bagi Kostyuk untuk membalikkan keadaan.
“Beberapa tahun lalu, saya akhirnya menemukan sentuhan permainan dan mulai mengubah gaya bermain. Kini saya bukan hanya pemain agresif, saya bermain di net, bertahan, memakai slice, dan memiliki sentuhan baik,” ujarnya.
Gelar di Brisbane ini menjadi trofi pertama Sabalenka pada musim 2026. Selanjutnya, ia akan mengalihkan fokus ke Australia Open dengan status sebagai unggulan pertama.
Pada edisi tahun lalu, Sabalenka harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan oleh Madison Keys di laga final.
Sementara itu, meski gagal meraih gelar, performa Marta Kostyuk tetap mendapat sorotan positif.
Petenis Ukraina tersebut berhasil kembali menembus jajaran Top 20 dunia dan diprediksi akan menjadi salah satu penantang serius di ajang Australia Terbuka mendatang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]