WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kuda favorit utama, Croix du Nord, yang ditunggangi joki Yuichi Kitamura, berhasil keluar sebagai juara Tenno Sho (musim semi) 2026.
Dalam pacuan ke-11 yang berlangsung di Lapangan Pacu Kyoto pada Minggu, 3 Mei 2026, pasangan ini mencatatkan waktu impresif 3 menit 13,7 detik untuk mengamankan kemenangan.
Baca Juga:
DPR Nilai Pendidikan Era Prabowo Alami Perubahan Signifikan, Tapi Tantangan Masih Berat
Persaingan berlangsung sangat ketat hingga garis finis. Wurttemberg yang dikendarai Fuuma Matsukawa harus puas menempati posisi kedua, meskipun mencatatkan waktu yang sama dengan Croix du Nord.
Selisih di antara keduanya sangat tipis, hanya sekitar empat sentimeter, yang membuat hasil akhir harus ditentukan melalui foto finis.
Sementara itu, kuda unggulan lainnya, Admire Terra, bersama joki legendaris Yutaka Take, finis di posisi ketiga.
Baca Juga:
Turun Langsung ke Lapangan, Sarifah Ainun Jariyah Serap Aspirasi dengan Pendekatan Kekeluargaan
Mereka tertinggal sekitar setengah panjang kuda dari posisi kedua, dalam sebuah lomba yang berlangsung sengit sejak awal hingga akhir.
Usai perlombaan, joki Croix du Nord, Yuichi Kitamura, mengaku sempat diliputi kebingungan dan kecemasan karena hasil lomba yang begitu ketat.
Ia menuturkan bahwa dirinya tidak langsung mengetahui apakah berhasil menang atau tidak saat melewati garis finis.
“Saat melewati garis finis, saya benar-benar tidak tahu apakah menang atau kalah, dan kembali ke padok dalam keadaan bingung. Setelah kembali, proses penentuan pemenang melalui foto finish memakan waktu lama, jadi saya benar-benar lega bisa menang,” ujar joki Cruix du Nord.
Yuichi juga menjelaskan strategi balapannya yang sempat berubah di tengah perlombaan.
Awalnya ia berencana mengendalikan ritme dengan lebih santai, namun kondisi di lintasan membuatnya mengambil keputusan berbeda.
“Rencana balapan awalnya adalah memasuki turunan pertama dengan santai, tapi jujur saja, saya sedikit tegang. Karena kuda ini memiliki kekuatan dan kelincahan, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan sprint lebih awal dan mendorongnya ke depan, tapi saya terus mengejar sambil percaya dia akan berusaha keras,” pungkas Yuichi
Di sisi lain, Fuuma Matsukawa mengungkapkan bahwa dirinya sudah mempersiapkan diri menghadapi tantangan start dari posisi luar. Ia mengaku kecewa dengan hasil akhir, mengingat selisih yang sangat tipis.
“Karena start dari posisi luar, saya sudah siap mental untuk berlomba tanpa kehilangan posisi. Keseimbangan di saat-saat krusial juga bagus, dan saya mengikuti Admire Terra. Reaksinya saat memasuki lintasan lurus juga bagus, tapi dengan selisih finis seperti ini, rasanya menyakitkan. Kuda ini sudah berusaha keras,” ujar Fuuma.
Sementara itu, Yutaka Take menilai jalannya perlombaan berlangsung menarik dan kompetitif.
Ia menyebut perbedaan tenaga dorong menjadi faktor pembeda di momen akhir.
“Pacuan yang bagus. Saya pikir pada akhirnya perbedaan daya doronglah yang menjadi kunci penentu,” pungkas Take.
Croix du Nord sendiri merupakan kuda jantan berusia empat tahun yang berasal dari kandang Takashi Saito di Ritto.
Ia merupakan keturunan Kitasan Black dan Rising Cross, serta memiliki catatan performa yang mengesankan dengan tujuh kemenangan dari total sepuluh kali tampil di lintasan pacu.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]