WAHANANEWS.CO, Jakarta - Eric Cantona kembali mengguncang dunia sepak bola dengan seruan kontroversialnya: boikot Israel dari semua ajang internasional.
Legenda Manchester United periode 1992–1997 itu hadir dalam sebuah acara amal untuk Palestina di London, Rabu (17/9/2025), dan mendapat kesempatan menyampaikan orasi keras tentang kekecewaannya terhadap FIFA dan UEFA.
Baca Juga:
8 Tim Terbaik Siap Bertarung di Liga Champions, Ini Peta Persaingannya
“Empat hari setelah Rusia memulai perang dengan Ukraina, FIFA dan UEFA membekukan [sepak bola] Rusia. Tapi sekarang kita melihat 716 hari atas yang disebut oleh Amnesty International sebagai genosida [di Palestina], dan Israel masih bisa lanjut berpartisipasi [di sepak bola],” kata Cantona.
Ia menuding adanya standar ganda dalam perlakuan FIFA dan UEFA terhadap konflik yang terjadi di dunia.
“Kenapa, kenapa ada standar ganda? FIFA dan UEFA harus membekukan Israel,” ujarnya lantang.
Baca Juga:
Siapkan 3 Stadion Sambut Piala AFF U-19 2026, MARTABAT Prabowo-Gibran Sebut Sangat Positif Kejar Target Pembangunan Kawasan Metropolitan Mebidang
Mantan bintang Prancis itu bahkan menyerukan agar klub-klub dan para pemain di seluruh dunia menolak bertanding melawan tim dari Israel.
Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan moral besar untuk menekan rezim dan mengakhiri penindasan, sebagaimana terjadi dalam boikot terhadap sistem apartheid Afrika Selatan.
“Klub di manapun harus menolak tim dari Israel. Pemain [sepak bola] harus menolak bertanding lawan tim dari Israel,” tegas Cantona.