WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kegagalan Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Asia U-17 2026 kembali memunculkan kritik terhadap sistem pembinaan sepakbola usia muda di Indonesia.
Evaluasi menyeluruh dinilai perlu dilakukan agar kualitas persiapan tim nasional kelompok umur semakin baik ketika tampil di kompetisi internasional.
Baca Juga:
Resmi Dipromosikan, Nova Arianto Nahkodai Timnas Indonesia U-20 untuk Proyek Jangka Panjang PSSI
Pengamat sepakbola Lucas Aditya menilai performa Garuda Muda tidak lepas dari persiapan yang kurang optimal sebelum turnamen berlangsung.
Menurutnya, durasi pemusatan latihan yang minim membuat permainan tim belum berkembang maksimal sepanjang fase grup.
“Kegagalan ini buah kesiapan yang tidak maksimal. Persiapan tim terlihat belum benar-benar matang,” kata Lucas Aditya seperti dilaporkan RRI, Rabu, 13 Mei 2026.
Baca Juga:
Menuju Piala Dunia U-17, Indonesia Fokus TC di Eropa dan Timur Tengah
Lucas menilai sejumlah kelemahan tampak jelas ketika Indonesia menghadapi Jepang pada pertandingan terakhir grup.
Ia menyebut koordinasi permainan antarpemain belum terjalin dengan baik, terutama dalam alur passing dan kerja sama tim saat berada di bawah tekanan lawan.
“Pemain terlihat kebingungan menghadapi tekanan Jepang. Mereka seperti tidak siap menghadapi permainan lawan,” ujarnya.
Menurut Lucas, pembinaan usia muda harus diperkuat secara berkelanjutan melalui kompetisi nasional yang terstruktur.
Ia menilai turnamen kelompok umur menjadi sarana penting untuk mencari sekaligus membentuk pemain potensial sejak dini.
Ia juga mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki cukup banyak kompetisi usia muda yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah pencarian bakat.
Namun, kompetisi tersebut perlu dibenahi agar pembinaan berjalan berjenjang dan mampu menghasilkan pemain yang siap naik ke level senior.
Lucas menambahkan, kegagalan di level usia muda seharusnya menjadi momentum evaluasi bagi federasi dan seluruh pihak terkait untuk memperbaiki sistem pengembangan pemain nasional.
Dengan pembinaan yang lebih matang, Indonesia diharapkan mampu bersaing lebih kompetitif di level Asia.
Sebelumnya, Timnas Indonesia U-17 dipastikan gagal melaju ke fase gugur Piala Asia U-17 2026 setelah finis di posisi juru kunci grup dengan koleksi tiga poin.
Garuda Muda sempat membuka harapan lewat kemenangan 1-0 atas China pada laga perdana.
Namun setelah itu, Indonesia harus menelan dua kekalahan beruntun saat menghadapi Qatar dan Jepang.
Hasil tersebut membuat langkah Garuda Muda terhenti di fase grup.
Pelatih Timnas Indonesia U-17 Kurniawan Dwi Yulianto meminta para pemain tidak terus larut dalam rasa kecewa setelah tersingkir dari turnamen.
Ia menegaskan perjalanan para pemain masih panjang untuk berkembang di sepakbola nasional.
“Atas nama pelatih saya meminta maaf atas kegagalan ini. Saya tetap berterima kasih kepada seluruh pemain,” kata Kurniawan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]