Pengalamannya di turnamen besar membuat Swiatek tampil dominan, mengamankan set pertama hanya dalam 25 menit.
Sebaliknya, Anisimova terlihat gugup dan beberapa kali gagal mengontrol permainannya sejak gim awal.
Baca Juga:
Hari Anak Nasional Tahun 2025 Diperingati,Anak-Anak Sebagai Generasi Penerus Bangsa dan Tanggung Jawab Kita Bersama."
Anisimova tercatat melakukan 28 unforced error dan lima double fault sepanjang pertandingan.
Ketegangan menghadapi tekanan Swiatek membuatnya sulit untuk mengatur permainan dan menjaga fokus.
“Saya tahu hari ini usaha saya belum cukup, tapi saya akan terus bekerja keras. Saya berharap bisa kembali ke sini suatu hari nanti,” ungkap Anisimova, sebagaimana dikutip dari laman resmi Wimbledon, Minggu (13/7/2025).
Baca Juga:
Korban Mobil Box Tabrak Warga di Sumbul Dairi Bertambah, Ibu Menyusul Putrinya
Dengan hasil ini, Swiatek menjadi petenis putri termuda sejak Serena Williams pada 2002 yang mampu menjuarai Grand Slam di semua jenis permukaan.
Raihan gelar keenamnya ini juga membuatnya melampaui pencapaian legenda seperti Maria Sharapova dan Martina Hingis.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.