WAHANANEWS.CO, Jakarta - Turnamen tenis paling bergengsi di dunia, Wimbledon, resmi mengadopsi teknologi video review untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraannya.
Kepastian tersebut diumumkan oleh All England Club pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Baca Juga:
Timnas Indonesia Hadapi Tiga Negara di FIFA Series 2026 Jakarta
Penerapan teknologi ini menandai langkah maju dalam modernisasi turnamen Grand Slam tertua tersebut.
Video review akan digunakan di Centre Court, Lapangan 1, serta empat lapangan tambahan lainnya guna membantu meningkatkan akurasi keputusan selama pertandingan berlangsung.
Dengan sistem ini, para petenis kini memiliki hak untuk meminta peninjauan ulang terhadap keputusan wasit (umpire) dalam situasi tertentu.
Baca Juga:
PSSI Dorong Jurnalis Sepak Bola Perkuat Literasi Publik Lewat Pemberitaan Berkualitas
Kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi kesalahan manusia dan memberikan rasa keadilan yang lebih besar bagi para pemain.
Sebelumnya, teknologi serupa telah lebih dulu diterapkan di US Open 2023 dan Australian Open.
Selama turnamen berlangsung, Centre Court dan Lapangan 1 akan menyediakan akses penuh terhadap video review di semua nomor pertandingan.
Sementara itu, lapangan lainnya hanya akan memanfaatkan teknologi ini khusus untuk pertandingan nomor tunggal.
Menariknya, pemain tidak dibatasi dalam penggunaan video review sepanjang pertandingan.
Artinya, mereka dapat mengajukan peninjauan ulang sesuai kebutuhan tanpa kuota tertentu.
Sistem ini pun berbeda dari teknologi Hawk-Eye yang selama ini digunakan untuk menentukan apakah bola masuk atau keluar garis.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari inovasi yang telah dilakukan sebelumnya. Pada edisi tahun lalu, Wimbledon sudah mengganti peran hakim garis dengan sistem electronic line-calling.
Selain itu, penyelenggara juga menambahkan indikator visual untuk memperjelas posisi jatuhnya bola serta keputusan fault kepada pemain dan penonton.
Penggunaan video review ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pihak penyelenggara dalam meningkatkan kualitas pertandingan.
Evaluasi terus dilakukan untuk memastikan setiap keputusan yang diambil selama laga berlangsung semakin akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]