WAHANANEWS.CO, Jakarta – Tim panjat tebing Indonesia berhasil mengamankan tempat di babak final nomor speed perorangan dan speed relay campuran pada ajang World Climbing Series yang berlangsung di Krakow, Polandia.
Berbekal hasil positif di babak kualifikasi, skuad Merah Putih kini membidik setidaknya satu medali emas dari kejuaraan internasional tersebut.
Baca Juga:
All Indonesian Final, Tim Merah Putih Pastikan Minimal Dua Gelar di Thailand Masters
Asisten Pelatih Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Fitriyani, mengatakan Indonesia menurunkan tujuh atlet pada nomor speed perorangan.
Mereka terdiri atas empat atlet putra, yakni Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.
Sementara dari sektor putri diperkuat oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji'ah Salsabillah, dan Kadek Adi Asih.
Baca Juga:
Gagal Angkat Trofi, Putri Kusuma Wardani Akui Perubahan Tempo An Se Young Jadi Penentu
Menurut Fitriyani, seluruh atlet mampu menampilkan performa yang cukup baik meski harus menghadapi tantangan berupa perubahan cuaca yang berlangsung sangat cepat selama perlombaan.
Kondisi tersebut sempat memengaruhi jalannya pertandingan, namun para atlet tetap mampu mencatatkan waktu yang mendekati hasil latihan.
Pada babak kualifikasi, pertandingan menggunakan sistem empat lane tanpa adanya sesi latihan resmi sebelum perlombaan dimulai.
Setiap atlet mendapatkan kesempatan memanjat hingga empat kali, kemudian waktu terbaik dari seluruh percobaan tersebut digunakan sebagai penentu peringkat.
Sebanyak 32 atlet terbaik dibagi ke dalam delapan grup. Dari masing-masing grup hanya dua atlet dengan catatan waktu tercepat yang berhak melaju ke babak perempat final.
"Di putaran final nanti atlet tetap memanjat sesuai peringkatnya, diambil dua yang tercepat dari setiap grup," ujar Fitriyani, Sabtu 4 Juli 2026.
Fitriyani menambahkan tim pelatih tidak menerapkan strategi khusus untuk menghadapi babak final.
Fokus utama yang diberikan kepada para atlet adalah menjaga ketenangan, tetap fokus, dan berusaha memenangkan setiap grup yang dihadapi.
Hasil kualifikasi sektor putra menempatkan Raharjati Nursamsa di peringkat keempat dengan catatan waktu 4,82 detik, disusul Aditya Tri Syahria di posisi kelima dengan waktu 4,87 detik.
Sementara Antasyafi Robby Al Hilmi mencatatkan waktu 5,16 detik dan berada di peringkat ke-23, sedangkan Veddriq Leonardo menorehkan waktu 5,22 detik untuk menempati posisi ke-29.
Di sektor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil finis di peringkat kelima dengan waktu 6,41 detik.
Kadek Adi Asih berada di posisi kedelapan setelah mencatatkan waktu 6,51 detik, sementara Raji'ah Salsabillah menempati peringkat ke-12 dengan torehan waktu 6,59 detik.
Selain nomor speed perorangan, Indonesia juga tampil menjanjikan pada nomor speed relay campuran.
Dua tim yang diturunkan sukses menembus babak final dengan menempati peringkat kedua melalui catatan waktu 11,48 detik dan peringkat keempat dengan waktu 11,59 detik.
Hasil tersebut semakin memperkuat peluang Indonesia untuk membawa pulang gelar juara.
Tim Merah Putih pun memasang target meraih sedikitnya satu medali emas dari World Climbing Series Krakow, sekaligus melanjutkan tren positif panjat tebing Indonesia di ajang internasional.
Dengan performa yang ditunjukkan sepanjang babak kualifikasi, para atlet Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing memperebutkan podium tertinggi saat babak final berlangsung.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]