WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan dukungan penuh sekaligus kesiapan berkolaborasi dalam memperkuat isu lingkungan hidup sebagai bagian dari implementasi visi Asta Cita serta arahan Presiden Republik Indonesia.
Dukungan tersebut sejalan dengan pandangan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menempatkan aspek lingkungan sebagai landasan utama dalam pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.
Baca Juga:
Bandung Arena Resmi Jadi Markas Baru Satria Muda, Menpora Nilai Identitas Kian Menggaung
KLH menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya kedaulatan pangan, energi, dan air.
Selain itu, lingkungan yang terjaga juga menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat, termasuk melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Nur Adi Wardojo, dalam kegiatan Kolaborasi Kehumasan Lingkungan Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga:
Ruby Chairani Tekankan Pentingnya Kompetensi JPT Madya Deputi Pengembangan Industri Kemenpora
Dalam kesempatan itu, Nur Adi menekankan bahwa lingkungan hidup merupakan elemen kunci dalam mendukung visi dan misi Asta Cita, khususnya yang berkaitan dengan agenda strategis nasional seperti swasembada pangan, ketahanan energi, dan ketersediaan air bersih.
Ia menilai, keberhasilan berbagai program tersebut sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
“Lingkungan hidup adalah fondasi utama. Kepada rekan-rekan kami di Kemenko Pangan, Kemenkes, Badan Gizi Nasional, dan para pemangku kepentingan lainnya, program perbaikan gizi dan swasembada pangan mustahil tercapai jika tidak ada tanah yang sehat dan air yang bersih. Jika air terkontaminasi, ketahanan pangan tidak akan terwujud,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas lingkungan hidup memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, kesuburan tanah serta ketersediaan air bersih untuk sektor pertanian sangat bergantung pada bagaimana lingkungan dijaga dan dikelola secara berkelanjutan.
Selain itu, KLH menyoroti peran dunia usaha dalam mendukung agenda keberlanjutan.
Setiap aktivitas industri, kata Nur Adi, perlu mempertimbangkan aspek lingkungan agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan kerusakan ekologi.
Untuk itu, pemerintah mendorong penerapan kebijakan fiskal hijau melalui kerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Danantara, guna memastikan investasi yang masuk ke Indonesia memberikan manfaat jangka panjang.
“Investasi di Indonesia harus bermakna secara ekonomi sekaligus mampu menjaga ekologi,” katanya.
KLH juga menekankan pentingnya perlindungan lingkungan dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Menurut Nur Adi, pembangunan infrastruktur yang megah dan bernilai besar hanya akan berkelanjutan apabila didukung oleh kondisi lingkungan yang sehat.
Kerusakan lingkungan, lanjutnya, berpotensi memicu bencana hidrometeorologi yang dapat merusak fasilitas pembangunan dan merugikan masyarakat.
Melalui semangat kolaborasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan, KLH berharap sinergi yang terbangun dapat semakin memperkuat agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan, selaras dengan visi Asta Cita serta arahan Presiden Republik Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]