WAHANANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat pembangunan ekosistem olahraga nasional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Upaya tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) antara Kemenpora RI dan Universitas Indonesia (UI) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor olahraga.
Baca Juga:
Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda, Kemenpora Hadirkan Indonesia Youth Summit 2026 di Jakarta
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah di Auditorium Vokasi Kampus UI, Depok, Jumat (31/7) pagi.
Kerja sama tersebut menjadi fondasi awal bagi rencana pembentukan Program Studi Manajemen Olahraga di bawah naungan Sekolah Vokasi Universitas Indonesia.
Kehadiran program studi ini diharapkan mampu mencetak tenaga profesional yang memiliki kompetensi di berbagai bidang, mulai dari manajemen olahraga prestasi, olahraga rekreasi, ilmu kepelatihan, tata kelola organisasi olahraga, hingga pengembangan bisnis dan industri olahraga yang semakin berkembang.
Baca Juga:
Gandeng Kemenpora dan FIBA Indonesia, DPP PERBASI Perkuat Kompetensi Pelatih Basket 3x3
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Kemenpora dalam memperluas akses pendidikan bagi para atlet Indonesia.
Melalui pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri, para atlet diharapkan tidak hanya mampu berprestasi saat masih aktif bertanding, tetapi juga memiliki bekal keterampilan dan peluang karier yang jelas setelah menyelesaikan masa kompetisi.
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa kerja sama dengan Sekolah Vokasi UI merupakan langkah nyata pemerintah untuk membuka peluang yang lebih luas bagi atlet agar dapat meningkatkan kapasitas diri sekaligus mempersiapkan masa depan mereka.
"Dengan adanya kerja sama ini, ada jendela-jendela untuk para atlet yang berprestasi untuk bisa meningkatkan kapabilitas atlet, tidak hanya seorang atlet, tapi untuk karier masa depan," kata Menpora Erick.
Menurut Erick, kerja sama tersebut juga merupakan implementasi dari arahan Presiden untuk menghadirkan berbagai terobosan dalam pembangunan olahraga nasional melalui transformasi yang berkelanjutan.
Ia menilai pembangunan ekosistem olahraga tidak hanya membutuhkan kepemimpinan yang kuat, tetapi juga sistem yang mampu mendukung perkembangan atlet dari berbagai aspek.
“Saya sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang mempercayakan saya untuk juga melakukan berbagai terobosan dan perubahan untuk bertransformasi. Dan kami percaya, transformasi itu bisa terjadi kalau ada yang namanya leadership dan sistem. Nah, di sinilah masuk poin kenapa saya waktu itu memohon bertemu Pak Rektor UI, untuk adanya Sekolah Vokasi ini," tambah Menpora Erick.
Erick berharap kerja sama tersebut nantinya mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas memimpin organisasi maupun birokrasi olahraga sesuai tuntutan perkembangan zaman.
Dengan demikian, sektor olahraga nasional dapat tumbuh lebih profesional sekaligus mendorong perkembangan industri olahraga di Indonesia.
"Saya ingin dengan adanya kerja sama ini bisa melahirkan juga pimpinan-pimpinan birokrasi ataupun manajemen olahraga yang mumpuni sesuai dengan perkembangan zaman. Jangan justru malah mempersulit untuk pertumbuhan industri olahraga dan juga sports industry," tambahnya.
Selain menjadi wadah pengembangan kompetensi atlet, inisiatif pendirian Program Studi Manajemen Olahraga juga merupakan bagian dari misi strategis Sekolah Vokasi UI dalam menyediakan jalur pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian karier yang berkelanjutan bagi para atlet setelah memasuki masa pensiun, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin berkarier di bidang olahraga.
Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah menyambut baik kolaborasi tersebut.
Ia menyebut momentum penandatanganan nota kesepahaman menjadi tonggak penting bagi pengembangan Sekolah Vokasi UI, khususnya dalam mewujudkan Program Studi Manajemen Olahraga yang selama ini dipersiapkan.
"Sehingga para atlet kita yang berjaya bisa mengenyam pendidikan di universitas terbaik. Untuk itulah Vokasi tempat yang sangat relevan dengan itu, dan saat ini kita lagi berproses untuk pendirian program manajemen olahraga. Kita juga di UI memiliki sarana olahraga lapangan atletik, lapangan badminton, yang bisa dimanfaatkan oleh para atlet yang sekolah di Vokasi UI," tambahnya.
Melalui sinergi antara Kemenpora dan Universitas Indonesia ini, diharapkan lahir ekosistem olahraga yang semakin kuat dengan dukungan pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan atlet, manajer olahraga, hingga pemimpin organisasi olahraga yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri olahraga modern.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]