WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali melanjutkan program Pelatihan Tenaga Penggerak Olahraga Nasional (TPON) dengan menggelar pelatihan Batch Ke-2 yang diikuti oleh 500 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Program ini merupakan kelanjutan dari pelatihan batch pertama yang telah dimulai pada Mei 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Pengurus Baru IESPA Dikukuhkan, Menpora Soroti Besarnya Potensi Esports bagi Generasi Muda
Pelatihan TPON Batch Ke-2 dibagi menjadi dua gelombang pelaksanaan.
Batch 2A diikuti oleh 250 peserta yang menjalani pelatihan pada 7 hingga 13 Juni 2026.
Sementara itu, Batch 2B juga diikuti oleh 250 peserta lainnya dengan jadwal pelatihan pada 14 hingga 20 Juni 2026.
Baca Juga:
Fikri Kritik Kebijakan Pemuda yang Masih Kabur, Kemenpora Diminta Bergerak Cepat
Seluruh peserta akan mengikuti proses pembelajaran melalui platform Learning Management System (LMS) yang disiapkan Kemenpora.
Metode pembelajaran daring ini dirancang untuk memberikan akses yang merata kepada peserta dari berbagai daerah sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam proses peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang olahraga.
Setelah menyelesaikan pembelajaran melalui LMS, peserta akan mengikuti sesi Zoom Penajaman Materi yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026 guna memperdalam pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.
“TPON ini diikuti para peserta dari berbagai daerah di Indonesia, yang berasal dari berbagai kalangan. Program ini merupakan bagian dari Manajemen Talenta Nasional (MTN), yang termasuk bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan konsolidasi pembinaan olahraga melalui akademi olahraga terpadu, modern dan berbasis teknologi,” terang Menpora Erick Thohir.
Program TPON menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan pembinaan olahraga hingga ke tingkat masyarakat.
Melalui program ini, diharapkan lahir lebih banyak individu yang mampu menjadi penggerak aktivitas fisik dan olahraga di lingkungan masing-masing.
Menpora menjelaskan bahwa TPON merupakan individu yang memiliki kompetensi untuk berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat agar semakin gemar berolahraga.
Tidak hanya mengajak masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik, TPON juga dibekali kemampuan untuk mendampingi kegiatan olahraga, memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik, serta mendorong penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mendukung peran tersebut, pelatihan TPON dirancang secara komprehensif dengan materi yang mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan olahraga masyarakat.
Materi yang diberikan meliputi kebijakan olahraga nasional, filosofi profesi tenaga penggerak olahraga, psikologi aktivitas fisik, nutrisi dan kesehatan, aspek keselamatan dalam berolahraga, inklusi sosial, manajemen program olahraga, hingga strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi dan kearifan lokal.
Kemenpora berharap melalui pelatihan ini akan lahir tenaga penggerak olahraga yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis.
Kehadiran para TPON diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di berbagai daerah.
Dengan mengedepankan kolaborasi, inovasi, serta pemanfaatan teknologi digital, program TPON diharapkan mampu memperluas gerakan olahraga masyarakat secara nasional.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, bugar, produktif, dan berprestasi sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]