WAHANEWS.CO, Jakarta - Di balik sukacita gelaran BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026, ada kabar duka yang menyelimuti para pelari. Dilaporkan, banyak peserta tumbang di lintasan, hingga satu orang dikabarkan meninggal dunia.
"Turut berduka cita atas meninggalnya Agus Putranadi (1997-2026) pada Minggu, 14 Juni 2026," tulis akun BTN Jakim di Instagram, dikutip Senin (15/6/2026).
Baca Juga:
Idul Adha 2026 Diprediksi Terik Menyengat, BMKG Ingatkan Hujan Bisa Datang Tiba-Tiba
Melansir detikcom, banyak peserta tumbang di kategori Marathon. Alasannya beragam, mulai dari cedera, heatstroke, hingga tak bisa 'lolos' dari COT (Cut-Off Time) dan COP (Cut-Off Point).
Pihak BTN Jakim 2026 sebelumnya sudah mewanti-wanti soal cuaca ekstrem di lapangan dan meminta pelari untuk waspada terkait serangan panas.
"Kami sepenuhnya berkomitmen untuk memastikan respons medis yang aman dan lancar untuk semua orang. Jika Anda atau seorang pelari lain merasa tidak enak badan, silakan segera mencari tenda medis terdekat atau hubungi hotline darurat kami," tulis akun BTN Jakim.
Baca Juga:
BMKG Prediksi Hujan Mulai Berkurang, Cuaca Indonesia Makin Panas
Kesaksian Para Peserta
Setelah event lari tersebut, para peserta langsung menceritakan pengalaman mereka melihat pelari lain tergeletak di jalanan.
"Innalillahiwainalillahi rojiun, turut berdukacita.... mulai KM 17 banyak yg geletak di jalan, KM 20 sampe msuk GBK suara ambilance nya banyak bgt," tulis akun @risma*** dikutip dari Threads, Senin (15/6/2026).
Tak sedikit pula yang menyalahkan pihak panitia karena terlambat mengirim tim medis untuk menangani pelari yang membutuhkan bantuan.
"udah setengah jam medis ditelfonin sama marshall ga diangkat & ga dateng dateng. dari mas nya lemes, bangun lagi, lemes lagi, sampe ga responsif. nanya ke marshall lainnya medis mana, katanya "gaada kak"??? masa di kilometer kritis tp medis susah bgt ditemuin???" tulis akun lain.
Terkait pelari meninggal tersebut, sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pun, dengan para pelari yang cedera atau tumbang saat race.
"after race jakim masih banyak yg di IGD guys, ada yg pindah ke ICU, dan udh ada yg meninggal jg, mari kita berdoa bersama sama guys," tulis akun lain.
[Redaktur: Alpredo Gultom]