WAHANANEWS.CO, Jakarta - Final Piala Dunia 2026 berlangsung dengan dominasi penuh Spanyol atas Argentina.
Pertandingan yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, tersebut berjalan jauh dari prediksi banyak pihak karena La Roja tampil mengendalikan permainan sejak menit awal, sementara Tim Tango kesulitan mengembangkan permainan dan lebih sering berupaya menghentikan ritme serangan lawan.
Baca Juga:
Gila! Spanyol Sapu Bersih Gelar Piala Dunia 2026 dengan Rekor Tak Terkalahkan
Spanyol akhirnya memastikan gelar juara dunia usai Ferran Torres mencetak gol penentu kemenangan pada babak tambahan waktu.
Gol tersebut mengingatkan publik sepak bola pada momen bersejarah ketika Andres Iniesta mencetak gol kemenangan Spanyol di final Piala Dunia 2010 melawan Belanda.
Berdasarkan data statistik dari Opta, jalannya pertandingan menunjukkan ketimpangan yang sangat mencolok.
Baca Juga:
Spanyol Kembali ke Singgasana Dunia, Argentina Dipaksa Menyerah Lewat Drama 120 Menit
Hampir di seluruh aspek permainan, Spanyol tampil jauh lebih dominan dibandingkan Argentina yang datang ke laga ini dengan status sebagai juara bertahan.
Berikut tujuh catatan buruk yang mengiringi penampilan Argentina pada partai puncak Piala Dunia 2026.
1. Baru Mencatatkan Tembakan pada Menit ke-116
Argentina benar-benar kesulitan menembus pertahanan Spanyol. Tim asuhan Lionel Scaloni bahkan baru mampu melepaskan tembakan pertama ketika pertandingan telah memasuki menit ke-116.
Hingga momen tersebut, Spanyol sudah lebih dulu menciptakan 20 percobaan tembakan ke arah gawang Emiliano Martinez.
2. Selisih Jumlah Tembakan Sangat Jomplang
Dominasi Spanyol juga terlihat dari jumlah peluang yang diciptakan sepanjang pertandingan.
La Roja mengakhiri laga dengan total 20 tembakan, sedangkan Argentina hanya mampu menghasilkan dua percobaan.
Selisih 18 tembakan tersebut menjadi catatan terburuk kedua dalam sejarah partai final Piala Dunia.
Rekor paling buruk masih dipegang final edisi 1990 ketika Jerman Barat mencatatkan 23 tembakan, sementara Argentina hanya mampu membuat satu percobaan.
3. Kalah Total dalam Penguasaan Area Sepertiga Akhir
Spanyol mendominasi penguasaan bola hingga wilayah sepertiga akhir lapangan. La Roja berhasil membukukan 235 operan sukses di area tersebut, sedangkan Argentina hanya mencatatkan 47 operan.
Dominasi tersebut menghasilkan angka field tilt mencapai 83,3 persen yang menunjukkan betapa besarnya kontrol Spanyol terhadap jalannya pertandingan.
4. Melakukan 25 Pelanggaran
Sulit mengimbangi permainan cepat Spanyol membuat Argentina lebih banyak melakukan pelanggaran.
Sepanjang pertandingan, tim besutan Lionel Scaloni tercatat melakukan 25 pelanggaran.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak final edisi 2022 dan memperlihatkan frustrasi Argentina saat menghadapi dominasi lawannya.
5. Enzo Fernandez Digusur Keluar Lapangan
Situasi semakin sulit bagi Argentina setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsi sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Enzo menjadi pemain keenam yang menerima kartu merah dalam sejarah final Piala Dunia.
Argentina kini tercatat sebagai negara dengan koleksi kartu merah terbanyak di partai final, yakni tiga kartu merah, setelah sebelumnya Pedro Monzon dan Gustavo Dezotti juga diusir wasit pada final 1990.
6. Emiliano Martinez Berjuang Sendirian
Di tengah buruknya performa tim, Emiliano Martinez justru tampil luar biasa di bawah mistar gawang.
Kiper Aston Villa tersebut membukukan 11 penyelamatan sepanjang pertandingan dan berkali-kali menggagalkan peluang emas Spanyol.
Jumlah penyelamatan Martinez bahkan melampaui total penyelamatan yang dicatatkan kiper Spanyol, Unai Simon, sepanjang perjalanan La Roja di Piala Dunia 2026 yang berjumlah 10 penyelamatan.
7. Lini Depan Argentina Tumpul
Ketajaman lini depan Argentina yang dipimpin Lionel Messi gagal terlihat pada laga final.
Tim Tango tidak mampu memberikan ancaman berarti kepada pertahanan Spanyol hingga pertandingan usai.
Sebaliknya, pertahanan La Roja tampil begitu kokoh. Tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan selama Piala Dunia 2026 dan tidak pernah sekalipun berada dalam posisi tertinggal sepanjang turnamen.
Spanyol Lengkapi Dominasi Sepak Bola Eropa
Keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2026 semakin menegaskan dominasi Spanyol di kancah sepak bola internasional.
Gelar tersebut melengkapi koleksi trofi mayor La Roja setelah sebelumnya menjadi juara Piala Eropa, sehingga kini mereka menggenggam dua gelar paling bergengsi secara bersamaan.
Spanyol menjadi negara keempat yang mampu menyandang status sebagai juara Eropa sekaligus juara dunia setelah Jerman Barat, Prancis, serta generasi emas Spanyol pada periode 2008 hingga 2012.
Kemenangan di Stadion MetLife juga memperpanjang rekor impresif La Roja yang kini tidak terkalahkan dalam 38 pertandingan internasional secara beruntun, sekaligus menegaskan status mereka sebagai tim terbaik dunia saat ini.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]