WAHANANEWS.CO, Jakarta - Manchester City dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan klub Arab Saudi, Al Qadsiah, terkait transfer gelandang Tijjani Reijnders.
Kepindahan tersebut menjadi langkah mengejutkan mengingat pemain asal Belanda itu baru satu musim memperkuat The Citizens setelah didatangkan dari AC Milan pada musim panas 2025.
Baca Juga:
Barcelona Naikkan Tawaran untuk Rodri, Manchester City Mulai Buka Pintu Transfer
Menurut laporan The Athletic, kesepakatan antara Manchester City dan Al Qadsiah sudah tercapai.
Meski demikian, proses transfer belum sepenuhnya rampung karena Reijnders masih melakukan pembicaraan dengan pihak Al Qadsiah untuk menyepakati sejumlah persyaratan pribadi.
“Manchester City telah menyepakati kesepakatan dengan Al Qadsiah untuk Tijjani Reijnders,” demikian dikutip dari The Athletic, Rabu, 19 Agustus 2026.
Baca Juga:
Schalke Pastikan Edin Dzeko Bertahan Semusim Lagi Jelang Bundesliga 2026/2027
Reijnders bergabung dengan Manchester City pada Juni 2025 setelah klub Inggris tersebut membayar sekitar 46,5 juta poundsterling kepada AC Milan.
Kehadirannya saat itu diharapkan dapat memberikan tambahan kreativitas sekaligus kekuatan di sektor tengah skuad asuhan Manchester City.
Sebelum meninggalkan Italia, performa Reijnders bersama AC Milan terbilang impresif.
Ia bahkan dinobatkan sebagai gelandang terbaik Serie A dan berhasil mencetak 15 gol pada musim terakhirnya bersama Rossoneri.
Catatan tersebut membuat ekspektasi terhadap kiprahnya di Premier League cukup tinggi.
Namun, perjalanan Reijnders di Manchester City berlangsung relatif singkat. Pada musim debutnya, pemain yang kini berusia 28 tahun itu tampil sebanyak 47 pertandingan di berbagai kompetisi. Ia mencatatkan lima gol dan dua assist.
Meski cukup sering mendapat kesempatan bermain, posisi Reijnders di skuad utama tidak sepenuhnya aman.
Di Liga Inggris, ia hanya menjadi starter dalam sekitar separuh pertandingan yang dimainkan Manchester City.
Persaingan di lini tengah yang semakin ketat turut membuat masa depannya di Etihad Stadium menjadi tanda tanya.
Situasi tersebut semakin sulit setelah Manchester City mendatangkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan nilai transfer mencapai 116 juta poundsterling.
Kehadiran gelandang tersebut diperkirakan semakin memperketat persaingan untuk mendapatkan tempat di lini tengah.
Menariknya, Nottingham Forest sebelumnya juga sempat menjajaki kemungkinan untuk merekrut Reijnders.
Namun, perkembangan terbaru justru mengarah kepada kepindahan sang pemain ke Arab Saudi bersama Al Qadsiah.
Jika transfer tersebut benar-benar terealisasi, kepergian Reijnders akan menjadi bagian dari perubahan besar di lini tengah Manchester City.
Klub besutan Pep Guardiola masih menghadapi ketidakpastian terkait masa depan sejumlah pemain penting.
Salah satunya adalah Rodri. Gelandang asal Spanyol tersebut masih menjadi perhatian setelah Barcelona dikabarkan berupaya mendapatkan jasanya.
Situasi tersebut membuat Manchester City harus mempertimbangkan kembali komposisi lini tengah untuk menghadapi musim berikutnya.
Selain Rodri, Manchester City juga kehilangan Bernardo Silva yang telah meninggalkan klub dan bergabung dengan Real Madrid melalui status bebas transfer.
Kepergian beberapa pemain tersebut membuat klub harus bergerak cepat untuk menjaga keseimbangan skuad.
Manchester City pun dikaitkan dengan gelandang Chelsea, Enzo Fernandez. Pemain asal Argentina tersebut menjadi salah satu nama yang masuk dalam radar The Citizens untuk memperkuat sektor tengah.
Manajer Manchester City, Enzo Maresca, diketahui memiliki pengalaman bekerja bersama Fernandez ketika masih menangani Chelsea.
Faktor tersebut disebut-sebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam upaya Manchester City mendatangkan sang gelandang.
Namun, usaha tersebut dipastikan tidak mudah. Chelsea kabarnya memasang harga sekitar 120 juta poundsterling untuk Fernandez.
Manchester City disebut telah diberikan kesempatan untuk memenuhi nilai tersebut apabila ingin melanjutkan pembicaraan mengenai transfer sang pemain.
Di sisi lain, Al Qadsiah terus melakukan pembenahan skuad untuk menghadapi persaingan kompetisi di Arab Saudi.
Klub tersebut juga tengah bersiap menyambut kepindahan ke Aramco Stadium, stadion baru yang direncanakan menjadi salah satu venue Piala Asia 2027.
Bagi Reijnders, kepindahan ke Al Qadsiah akan mengakhiri petualangannya di Manchester City setelah hanya satu musim.
Padahal, ketika didatangkan pada musim panas 2025, ia menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2030.
Transfer tersebut sekaligus menunjukkan betapa cepatnya perubahan komposisi skuad Manchester City.
Reijnders yang sebelumnya diproyeksikan menjadi salah satu bagian penting lini tengah kini berpotensi melanjutkan kariernya di Arab Saudi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]