WAHANANEWS.CO, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menyambut positif meningkatnya minat klub-klub sepak bola internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan pertandingan pramusim.
Menurut Erick, semakin banyaknya klub ternama dunia yang hadir dan menjalani laga di Indonesia menunjukkan adanya perkembangan positif dalam ekosistem sepak bola nasional.
Baca Juga:
PSSI Gelar Kongres Biasa 2026, Erick Thohir Cek Langsung Lokasi Pelaksanaan
Kondisi tersebut sekaligus menjadi indikasi bahwa atmosfer sepak bola Indonesia serta potensi industri olahraga di Tanah Air semakin mendapat perhatian dari komunitas olahraga internasional.
Bagi pemerintah, kehadiran klub-klub mancanegara bukan hanya menghadirkan tontonan berkualitas bagi masyarakat.
Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan standar penyelenggaraan event olahraga nasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pihak dari tingkat internasional.
Baca Juga:
Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 Resmi Dibuka, Erick Thohir Raih Penghargaan Kehormatan dari Kukkiwon
Erick menilai perkembangan ini dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi besar dalam industri olahraga di kawasan Asia.
Sepanjang Agustus 2026, setidaknya tiga agenda pertandingan pramusim internasional melibatkan klub-klub ternama dijadwalkan berlangsung di Indonesia.
Rangkaian tersebut diawali dengan pertandingan antara Aston Villa dan Indonesia All-Stars pada 1 Agustus 2026.
Laga yang mempertemukan klub asal Liga Inggris tersebut dengan Indonesia All-Stars berlangsung dengan atmosfer yang meriah.
Antusiasme tinggi masyarakat menunjukkan bahwa sepak bola internasional masih memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi publik Indonesia.
Setelah Aston Villa, perhatian pencinta sepak bola nasional kembali tertuju ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pada Sabtu (8/8), dua klub besar Eropa, Chelsea dan AC Milan, dijadwalkan saling berhadapan dalam pertandingan pramusim.
Kehadiran Chelsea dan AC Milan di Indonesia dinilai semakin memperlihatkan tingginya kepercayaan terhadap Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan pertandingan sepak bola internasional.
Selain menjadi hiburan bagi suporter, agenda tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kapasitas Indonesia dalam menggelar event olahraga dengan standar internasional.
Rangkaian pertandingan kemudian akan berlanjut pada 29 Agustus 2026.
Klub asal Liga Australia, Brisbane Roar, dijadwalkan menghadapi Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS).
Pertandingan tersebut memiliki nilai tambahan bagi Persija karena menjadi bagian dari agenda peluncuran resmi tim dan jersey untuk menyambut musim kompetisi yang baru.
Kehadiran Brisbane Roar sekaligus menambah variasi klub internasional yang memilih Indonesia sebagai tujuan pertandingan pramusim.
Menpora Erick Thohir menilai efek positif dari penyelenggaraan pertandingan internasional tersebut tidak hanya dapat dilihat dari sisi olahraga.
Event dengan skala internasional juga berpotensi memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri olahraga.
Perputaran ekonomi dapat dirasakan oleh promotor pertandingan, penyedia jasa penyelenggaraan event, sektor pariwisata, hotel dan akomodasi, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di saat yang sama, masyarakat juga mendapatkan kesempatan menyaksikan secara langsung pertandingan yang menghadirkan klub-klub papan atas dunia.
“Pemerintah menyambut baik dengan semakin banyaknya klub-klub sepak bola dunia yang memilih Indonesia sebagai tempat menjalani pramusim. Saya senang Aston Villa telah lebih dahulu menghadirkan pertandingan yang berlangsung sangat baik dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Besok kita akan menyaksikan Chelsea menghadapi AC Milan, lalu di akhir bulan Brisbane Roar bertemu Persija Jakarta. Ini menunjukkan Indonesia semakin diperhitungkan sebagai tuan rumah event sepak bola internasional,” ujar Menpora Erick.
Erick menegaskan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan tetap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pertandingan internasional di Indonesia.
Dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri olahraga sekaligus menciptakan iklim yang semakin terbuka bagi penyelenggara event olahraga.
Menurutnya, kehadiran promotor dengan berbagai konsep pertandingan dapat memberikan warna baru bagi industri olahraga nasional.
Kreativitas penyelenggara juga dinilai penting agar event yang digelar tidak hanya memenuhi aspek kompetisi dan hiburan, tetapi turut memberikan pengalaman positif bagi masyarakat.
“Kemenpora akan terus mendukung apabila ada promotor yang ingin menghadirkan pertandingan-pertandingan seperti ini. Pemerintah juga memberikan kebebasan ruang agar para promotor dapat menjalankan kreatifitas dengan baik demi menyuguhkan pertandingan berkelas dan menghibur bagi masyarakat. Semakin banyak event internasional digelar di Indonesia, semakin besar pula dampak ekonomi dan manfaat yang dirasakan oleh ekosistem olahraga nasional,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Menpora memberikan apresiasi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dinilai tetap memberikan ruang bagi terselenggaranya pertandingan internasional antarklub.
Menurut Erick, penyelenggaraan laga-laga tersebut dapat berjalan beriringan dengan agenda pembinaan dan peningkatan prestasi sepak bola nasional.
PSSI tetap memiliki fokus utama dalam mempersiapkan Tim Nasional Indonesia melalui berbagai agenda internasional.
Pada saat yang sama, terbukanya ruang bagi pertandingan antarklub internasional dapat menjadi bagian dari perkembangan industri sepak bola secara keseluruhan.
“Saya juga mengapresiasi PSSI yang terus fokus membangun dan mempersiapkan Tim Nasional melalui berbagai agenda internasional. Di sisi lain, PSSI juga tidak membatasi inisiatif promotor untuk menghadirkan pertandingan-pertandingan antarklub internasional seperti ini. Sinergi inilah yang penting, di mana pembinaan prestasi berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri sepak bola Indonesia,” pungkas Menpora.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]