WAHANANEWS.CO, Jakarta - Proyek pembenahan teknis Tim Nasional Italia yang baru saja dibentuk Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) harus mengalami perubahan besar.
Paolo Maldini dan Leonardo resmi mengundurkan diri dari peran yang baru mereka emban, hanya 16 hari setelah dipercaya memimpin arah pengembangan teknis tim Azzurri.
Baca Juga:
Andrea Pirlo Sepakat Latih Timnas Italia, FIGC Pilih Legenda Azzurri untuk Proyek Empat Tahun
Berdasarkan laporan Sky Sport Italia, surat pengunduran diri kedua legenda sepak bola tersebut telah disampaikan kepada Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Giovanni Malagò.
Keputusan itu diambil setelah muncul penolakan terhadap kandidat yang mereka usulkan untuk mengisi posisi direktur teknik baru.
Sejak dipercaya memimpin proyek tersebut, Maldini berupaya menyusun struktur teknis yang dinilai mampu membawa tim nasional Italia kembali kompetitif di level internasional.
Baca Juga:
Sederet Nama Pemain Dunia Paling Setia dalam Sejarah Sepak Bola
Salah satu nama yang diajukannya adalah Andrea Pirlo, mantan gelandang sekaligus pelatih yang dianggap memiliki kapasitas untuk mendukung program pembinaan jangka panjang timnas.
Namun, usulan tersebut tidak mendapat persetujuan.
Penolakan terhadap Pirlo disebut berkaitan dengan polemik kontrak sponsor yang melibatkan perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet.
Kondisi itu kemudian menjadi awal munculnya perbedaan pandangan antara pihak federasi dengan tim yang dipimpin Maldini.
Sebelum menjatuhkan pilihan kepada Pirlo, Maldini sebenarnya telah mencoba mendekati dua pelatih papan atas dunia, Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola.
Akan tetapi, kedua nama tersebut dilaporkan menolak tawaran untuk bergabung dalam proyek pengembangan tim nasional Italia.
"Penolakan terhadap Pirlo menjadi titik balik yang memicu kekecewaan Maldini. Maldini dinilai tidak memperoleh dukungan penuh dari Presiden Federasi dalam menjalankan proyek yang baru dipercayakan kepadanya," kata laporan Sky Sport Italia, Selasa, 28 Juli 2026.
Di sisi lain, Leonardo juga berupaya mencari alternatif yang dinilai layak mengisi posisi strategis tersebut.
Salah satu nama yang dia dorong adalah Thiago Motta, pelatih yang pernah bekerja bersamanya ketika sama-sama berada di Inter Milan dan Paris Saint-Germain.
Meski sejumlah kandidat telah dibahas dalam berbagai pertemuan internal, upaya mencari jalan tengah tidak membuahkan hasil.
Maldini dan Leonardo akhirnya sepakat mengakhiri keterlibatan mereka dalam proyek pembenahan tim nasional, lalu menyampaikan keputusan tersebut secara langsung kepada Giovanni Malagò.
Mundurnya dua tokoh besar sepak bola Italia itu menjadi pukulan bagi federasi yang tengah berupaya membangun kembali kekuatan Azzurri.
FIGC kini harus kembali mencari figur yang mampu memimpin proyek teknis sekaligus menyusun arah pengembangan tim nasional dalam jangka panjang.
Laporan yang sama juga menyebut Roberto Mancini kembali muncul sebagai kandidat terdepan untuk memimpin proyek timnas Italia.
Mantan pelatih Azzurri tersebut sejak awal memang masuk dalam daftar nama yang dipertimbangkan Giovanni Malagò untuk menangani proses pembenahan sepak bola Italia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]