Ia mendapat kepercayaan tampil sebagai starter sejak menjalani debut pada 18 Januari 2024 di bawah arahan Xavi Hernandez.
Perkembangannya pun terus berlanjut di era kepelatihan Hansi Flick yang menilai kualitas Cubarsí sudah berada di level tinggi meski usianya masih belia.
Baca Juga:
Trump Restui Iran Tampil di Piala Dunia 2026, FIFA Pastikan Tetap Berlaga di AS
“Luar biasa melihat bagaimana Cuba menjaga pertahanannya. Dia muda, baru 19 tahun dan sudah punya kualitas yang bagus. dalam hal permainan, dia sama dengan Lamine yamal,," ucap pelatih Barcelona, Hansi Flick.
Di skuad Blaugrana, Cubarsí menjadi simbol regenerasi bersama talenta muda lain seperti Lamine Yamal.
Sementara di level internasional, meski baru mengoleksi 11 caps bersama timnas senior Spanyol, ia telah menunjukkan konsistensi dengan tampil penuh dalam tiga pertandingan internasional terakhir.
Baca Juga:
Sambut Piala Dunia 2026, New York Gelar Fan Zone Gratis untuk Semua Warga
Tak hanya itu, kontribusinya juga terasa saat membantu Spanyol meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.
Penampilan solidnya membuat banyak pihak menilai Cubarsí sebagai penerus bek legendaris Spanyol, seperti Carles Puyol dan Gerard Piqué.
Dengan perkembangan yang pesat dan mentalitas yang matang, Pau Cubarsí berpotensi menjadi salah satu sosok kunci dalam perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 mendatang.