WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai pelaksanaan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang serta penerapan skema pendanaan multiyears bagi cabang olahraga prestasi.
Dukungan tersebut muncul setelah pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan Presiden Prabowo di Hambalang pada Jumat (19/6/2026).
Baca Juga:
Studi Terbaru Ungkap Olahraga Bisa Bantu Naikkan IQ Anak dan Remaja hingga Rata-rata 4 Poin
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan pentingnya pembangunan prestasi olahraga melalui perencanaan yang berkelanjutan.
Selain pelaksanaan pelatnas jangka panjang, pemerintah juga mendorong penguatan sistem pembinaan atlet usia dini melalui Akademi Olahraga Nasional sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem olahraga yang lebih terstruktur dan berkesinambungan.
Menurut Luhut, kebijakan yang diinisiasi pemerintah tersebut merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat fondasi pembinaan olahraga nasional dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Ronaldinho Gabung Ravenna FC di Usia 46 Tahun, Siap Bawa Semangat Baru untuk Klub Italia
Dengan adanya kepastian program dan dukungan pendanaan yang berkelanjutan, setiap federasi olahraga akan memiliki ruang yang lebih luas untuk menyusun peta jalan pembinaan atlet secara terukur, sistematis, dan berorientasi pada target prestasi jangka panjang.
“Prestasi olahraga tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Atlet juara dunia tidak lahir dalam satu musim kompetisi. Dibutuhkan proses pembinaan bertahun-tahun yang konsisten dan berkelanjutan. Perjalanan seorang atlet muda berbakat hingga mampu bersaing di level dunia membutuhkan waktu panjang serta proses yang tidak mudah,” tegas Luhut.
PB PASI menilai bahwa pelaksanaan pelatnas jangka panjang tidak hanya memberikan manfaat bagi atlet, tetapi juga bagi para pelatih dan organisasi olahraga.
Melalui skema baru yang sedang didorong pemerintah, proses pembinaan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dengan tata kelola yang profesional, modern, serta fokus pada pencapaian prestasi yang berkelanjutan.
“Bagi kami di PASI, ini merupakan kabar baik yang sudah lama dinantikan. Selama ini, atlet maupun federasi sering menghadapi keterbatasan akibat regulasi administratif dan siklus perencanaan yang bersifat tahunan. Padahal, untuk menghasilkan prestasi yang konsisten, atlet dan pelatih membutuhkan kepastian program yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Luhut menilai kebijakan tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun sistem olahraga nasional yang kuat dan memiliki visi jangka panjang.
Menurutnya, pembangunan olahraga tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian medali di satu ajang, melainkan harus diarahkan pada pembentukan sistem pembinaan yang mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi secara berkesinambungan.
“Langkah strategis Bapak Presiden membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada target medali dalam satu ajang semata, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi masa depan olahraga Indonesia,” lanjutnya.
Selain dukungan pemerintah, PB PASI juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kemajuan olahraga nasional.
Luhut menilai kolaborasi antara pemerintah, federasi olahraga, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting untuk memperluas kesempatan atlet memperoleh pengalaman bertanding di tingkat internasional.
Menurutnya, semakin banyak dukungan yang diberikan kepada atlet, semakin besar pula peluang mereka untuk meningkatkan kualitas, daya saing, serta kesiapan menghadapi berbagai kompetisi internasional.
Dengan demikian, target peningkatan prestasi olahraga Indonesia di level dunia dapat tercapai secara lebih optimal.
“Kolaborasi lintas sektor termasuk dukungan dunia usaha, sangat penting untuk mendorong keberhasilan program pembinaan olahraga nasional. Dukungan tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi atlet untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding di kancah internasional serta memastikan atlet merah putih selalu siap dan kompetitif,” tutupnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]