WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) kembali menunjukkan perkembangan positif cabang olahraga sanda di level internasional.
Kali ini, PB WI mengirimkan tiga atlet terbaiknya untuk tampil pada ajang 11th Sanda World Cup 2026 yang berlangsung di Macao pada 11-16 Mei 2026.
Baca Juga:
Hadiri Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yonif 125/Si’mbisa,Bupati Karo:Perkuat Kerja Sama dan Kebersamaan Demi kemajuan
Keikutsertaan atlet Indonesia dalam turnamen elite dunia tersebut menjadi pencapaian penting karena Federasi Wushu Internasional (IWUF) hanya memilih atlet-atlet dengan prestasi terbaik dunia untuk tampil di kompetisi tersebut.
Kehadiran wakil Indonesia sekaligus menandakan bahwa kualitas pembinaan atlet sanda nasional semakin mendapat pengakuan internasional.
Tiga atlet yang dipercaya memperkuat Indonesia yakni Nasya Aulia Wahana di kelas 48 kilogram putri, Tharisa Dea Florentina di kelas 52 kilogram putri, serta Fereddy Sinaga pada kelas 52 kilogram putra.
Baca Juga:
94 Calon Jemaah Haji Asal Sumedang Kloter 29 KJT Bertolak dari Asrama Embarkasi Indramayu Menuju BIJB Kertajati
Selama mengikuti kejuaraan di Macao, para atlet didampingi pelatih Victor dan Laksamana Pandu Pratama.
Sekretaris Jenderal PB WI Ngatino mengatakan bahwa kesempatan tampil di World Cup bukan hal mudah karena setiap peserta dipilih langsung oleh IWUF berdasarkan prestasi internasional yang telah dicapai.
"Tidak gampang menjadi peserta World Cup, mereka ditentukan IWUF berdasarkan prestasi. Alhamdulillah ada tiga atlet sanda Indonesia yang lolos, makanya kita bangga karena mereka merupakan bagian dari hasil program pembinaan PB WI," kata Sekjen PB WI Ngatino seperti dilaporkan RRI, Rabu, 13 Mei 2026.
PB WI menilai keikutsertaan atlet Indonesia di ajang tersebut menjadi bukti bahwa prestasi sanda nasional terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Khusus Sanda PB WI Sudarsono menyebut pengakuan dunia terhadap atlet Indonesia kini semakin kuat.
"Ini menjadi bukti bahwa atlet Sanda Indonesia sudah diakui IWUF dan diperhitungkan di dunia," ucap Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Khusus Sanda PB WI Sudarsono.
Selain menjadi ajang bergengsi, World Cup 2026 juga dimanfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games Nagoya 2026.
PB WI berharap para atlet bisa mengukur kemampuan sekaligus memantau kekuatan lawan-lawan potensial sebelum tampil di pesta olahraga terbesar Asia tersebut.
Tharisa Dea Florentina dan Fereddy Sinaga sendiri telah masuk dalam skuad Tim Nasional Wushu Indonesia yang dipersiapkan untuk Asian Games Nagoya 2026.
Keduanya diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
Tharisa Dea sebelumnya sukses meraih medali emas pada SEA Games Thailand 2025 dan medali perunggu Kejuaraan Dunia Wushu di Brasil.
Sementara Fereddy Sinaga juga mencatat prestasi membanggakan dengan merebut medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Wushu Brasil 2025.
"Tharisa dan Fereddy bisa menjadikan World Cup 2026 sebagai ajang uji coba menjelang Asian Games Nagoya 2026," ucap Ngatino.
Menurut Ngatino, turnamen level dunia tersebut sangat penting untuk membantu atlet Indonesia membaca peta persaingan internasional dan mengevaluasi kesiapan teknik maupun mental bertanding.
PB WI pun akan melakukan evaluasi lanjutan setelah kejuaraan selesai guna meningkatkan performa atlet menuju event-event besar berikutnya.
Sementara itu, bagi Nasya Aulia Zahra Wahana, keikutsertaan di World Cup menjadi kesempatan berharga untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu mempercepat perkembangan kemampuan atlet muda Indonesia agar semakin kompetitif di masa depan.
Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, PB WI terus berupaya memperkuat sistem pembinaan atlet serta meningkatkan prestasi wushu Indonesia di berbagai ajang internasional.
Penampilan atlet Indonesia pada Sanda World Cup 2026 sekaligus menjadi sinyal bahwa olahraga sanda Tanah Air semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat dunia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]