WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menghadiri sekaligus memberikan dukungan dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Ketua serta Pengurus Indonesia EsportS Association (IESPA) Periode 2026–2031 yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menpora menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan industri olahraga nasional, termasuk sektor esports yang kini berkembang menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki prospek besar.
Baca Juga:
128 Atlet Dunia Ramaikan Predator-PBC Indonesia International Open 2026 di Jakarta
Menurutnya, perkembangan esports di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat positif, baik dari sisi prestasi atlet, penyelenggaraan kompetisi, maupun kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Menpora Erick menilai esports memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sport industry dan sport tourism di Indonesia.
Namun, ia menekankan bahwa kemajuan sektor olahraga tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan dan investasi dari sektor swasta.
Baca Juga:
Menpora Erick Pastikan Dukungan Penuh Presiden Prabowo terhadap Transformasi Olahraga Indonesia
"Saya percaya bahwa pertumbuhan olahraga prestasi, pemberdayaan olahraga di masyarakat, sport industri, sport tourism itu tidak mungkin hanya mengandalkan government spending. Esport ini bisa tumbuh subur apabila privat sector berinvestasi dan mendorong sehingga ada daya beli dan seimbang," kata Menpora Erick.
Lebih lanjut, Menpora menjelaskan bahwa nilai ekonomi sport tourism di tingkat global terus mengalami peningkatan yang signifikan.
Bahkan, sektor tersebut diproyeksikan mengalami pertumbuhan hingga delapan kali lipat pada tahun 2032.
Sementara itu, industri olahraga juga menunjukkan perkembangan yang stabil dengan pertumbuhan sekitar delapan persen setiap tahunnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil manfaat dari tren tersebut karena didukung oleh jumlah penduduk usia muda yang besar serta tingkat kreativitas masyarakat yang tinggi.
Karena itu, setiap daerah perlu mampu memetakan dan mengoptimalkan potensi masing-masing sesuai karakteristik demografi dan kondisi ekonominya.
"Mustinya dengan demografi Indonesia yang cukup tebal di anak muda dan nilai kreativitas kita yang tinggi potensi kita besar. Untuk teman-teman di provinsi bahwa satu dengan provinsi lain pasti tidak sama ada kelebihan dan kekurangannya. Jadi, tolong pelajari situasi demografi dan ekonominya. Karena secara realitas belum tentu provinsi yang besar bisa menciptakan atlet terbaik," urainya.
Menpora juga mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk memperkuat kolaborasi guna mempercepat transformasi olahraga nasional.
Sinergi tersebut melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), pemerintah daerah, hingga pelaku industri olahraga.
"Kami harap akan ada sinergitas yang sedang diperbaiki antara Kemenpora, KOI, KONI, Dispora, pemda hingga pemberdayaan ekonomi baik industri olahraga untuk bisa menjadi sebuah kebersamaan. Saya mengundang IESPA menjadi bagian dari Indonesia Sports Summit tahun ini dan menjadi bagian reformasi, transformasi olahraga nasional yang diharapkan Bapak Presiden," tutup Menpora Erick.
Sementara itu, Ketua IESPA periode 2026–2031, Ibnu Riza, menyampaikan apresiasi kepada Menpora yang telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan esports nasional.
Ia menilai keberadaan esports kini semakin diakui sebagai bagian penting dalam ekosistem olahraga dan industri kreatif Indonesia.
"Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Pak Menpora yang juga melantik kita langsung ini bukti tidak hanya olahraga prestasi yang diapresiasi Kemenpora tapi olahraga masyarakat, industrinya dan ekosistemnya," tuturnya.
Ibnu menegaskan bahwa kepengurusan IESPA yang baru memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan esports hingga ke daerah-daerah.
Menurutnya, seluruh pengurus harus aktif turun langsung ke tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar pertumbuhan esports dapat berlangsung merata di seluruh Indonesia.
"Terima kasih setulus-tulusnya atas kepercayaan yang baru dan ini adalah amanah dan bukti bahwa dedikasi dan passion kita tidak hanya terhenti di tahun ini tapi melanjutkan perjuangan untuk mengembangkan ekosistem esport Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa esports kini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi telah berkembang menjadi bidang yang mampu melahirkan prestasi sekaligus profesi bagi generasi muda.
Oleh sebab itu, pengembangan ekosistem esports harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pembinaan talenta, kompetisi yang berkualitas, serta penguatan organisasi hingga tingkat daerah.
"Saat ini esport sudah berkembang menjadi prestasi dan profesi jadi kesempatan ini harus dikembangkan. Jadi Ketua IESPA Provinsi harus langsung turun ke kabupaten/kotanya untuk mengembangkan esport Indonesia," harapnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]