“Kami kekurangan penyelesaian akhir,” ujarnya menegaskan.
Selain itu, Persita mencatat banyak kesempatan lewat situasi bola mati. Mereka memperoleh sejumlah tendangan sudut, tetapi seluruhnya gagal memberikan ancaman berarti.
Baca Juga:
Tiga Pilar Persita Dapat Panggilan Timnas, Siap Bela Indonesia, Guinea Khatulistiwa, dan Kirgistan
“Kami tak bisa mendapatkan keuntungan dari itu,” ucap Pena.
Wasit juga memberikan penalti kepada Dewa United pada babak pertama, yang kemudian menjadi penentu hasil akhir.
Pena menegaskan bahwa ia tidak memiliki pandangan khusus ataupun perbedaan pendapat mengenai keputusan tersebut.
Baca Juga:
Charisma Fathoni Bidik Sapu Bersih Dua Laga Terakhir Paruh Pertama BRI Super League
Sepanjang pertandingan, Pena menyayangkan ritme permainan yang kurang lancar.
Ia menilai laga terlampau sering terhenti karena insiden benturan dan pemain yang terjatuh.
“Pertandingan berjalan 10 menit dan terhenti,” katanya, menggambarkan bagaimana hal itu membuat skuatnya kesulitan menjaga konsentrasi dan tempo permainan.