WAHANANEWS.CO, Jakarta - Premier League kembali menunjukkan kekuatan finansialnya sebagai kompetisi sepak bola paling bernilai di dunia.
Pada musim 2025/2026, liga kasta tertinggi Inggris itu mendistribusikan pendapatan dalam jumlah besar kepada seluruh klub peserta yang berasal dari hak siar domestik dan internasional serta uang hadiah berdasarkan performa di klasemen akhir.
Baca Juga:
Arsenal Tak Tergoyahkan di Puncak, Trio Raksasa Inggris Siap Berebut Tahta Liga
Berdasarkan estimasi yang beredar, Arsenal menjadi klub dengan penerimaan pendapatan terbesar musim ini.
Keberhasilan The Gunners menjuarai kompetisi sekaligus tingginya nilai hak siar membuat klub asal London tersebut diperkirakan memperoleh sekitar 198,7 juta poundsterling.
Di posisi berikutnya terdapat Manchester City yang diproyeksikan menerima sekitar 192,5 juta poundsterling.
Baca Juga:
Pertemuan Penuh Kenangan, Bryan Mbeumo Jadi Sorotan di Duel Brentford vs MU
Sementara itu, Manchester United menempati urutan ketiga dengan estimasi pendapatan mencapai 191,5 juta poundsterling.
Klub-klub lain juga menikmati distribusi dana yang sangat besar. Aston Villa dan Liverpool diperkirakan menerima lebih dari 180 juta poundsterling berkat performa kompetitif mereka sepanjang musim serta kontribusi dari pembagian hak siar yang merata.
Laporan media olahraga The Athletic menyebut bahwa besarnya distribusi pendapatan tersebut tidak terlepas dari tingginya nilai kontrak siaran Premier League yang menjangkau berbagai negara di dunia.
Kompetisi ini masih menjadi liga dengan daya tarik komersial terbesar di industri sepak bola global.
“Liga Primer terus menghasilkan kesepakatan siaran paling bernilai dunia. Hal itu mendorong distribusi pendapatan rekor setiap musim,” tulis laporan tersebut.
Besarnya pemasukan yang diterima klub-klub peserta dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuat Premier League tetap kompetitif.
Tidak hanya klub papan atas, tim yang berada di posisi bawah klasemen pun tetap memperoleh bagian pendapatan yang signifikan melalui skema distribusi hak siar internasional.
“Model distribusi memastikan klub peringkat bawah tetap menerima pendapatan besar. Sistem itu menjaga persaingan kompetitif Liga Primer,” lanjut laporan tersebut.
Di sisi lain, Chelsea menempati posisi kedelapan dalam daftar penerimaan pendapatan musim ini.
Klub asal London tersebut diperkirakan memperoleh sekitar 162,6 juta poundsterling, angka yang tetap menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dimiliki setiap peserta Premier League.
Peningkatan nilai distribusi pendapatan dari musim ke musim semakin memperkuat status Premier League sebagai liga sepak bola terkaya di dunia.
Dengan kontrak siaran bernilai miliaran poundsterling dan jangkauan audiens global yang terus berkembang, nilai komersial kompetisi ini diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Kondisi tersebut memberikan keuntungan besar bagi klub-klub peserta untuk memperkuat skuad, mengembangkan akademi pemain muda, meningkatkan fasilitas stadion, serta menjaga daya saing mereka baik di kompetisi domestik maupun ajang Eropa.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]