Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil rantis Polri, Barracuda.
Sementara beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan lantas diserbu pemain.
Baca Juga:
Liga 1 dan 2 Ditunda, Sekjen PSSI: Semua Klub Setuju
Kerusuhan tersebut semakin membesar di mana sejumlah flare dilemparkan, termasuk benda-benda lainnya.
Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.
Ada kobaran api pada sejumlah titik di dalam stadion tersebut.
Baca Juga:
Kisah Penyintas Kerusuhan Maut Kanjuruhan
Terlihat dua unit mobil polisi, yang salah satunya adalah mobil K9, dibakar.
Sementara satu mobil lainnya rusak parah dengan kaca pecah dan dalam posisi miring di bagian selatan tribun VIP.
Dengan jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan.