WAHANANEWS.CO, Jakarta - Langkah ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus terhenti pada babak 16 besar China Open 2026.
Pasangan Merah Putih tersebut gagal melaju ke perempat final setelah dikalahkan unggulan ketujuh asal Tiongkok, Chen Bo Yang/Liu Yi, dalam pertandingan yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga:
Tiongkok Desak Gencatan Senjata Menyeluruh dan Berkelanjutan di Jalur Gaza
Raymond/Joaquin harus mengakui keunggulan lawannya usai kalah dalam dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 17-21.
Duel di Lapangan 2 tersebut berlangsung selama 40 menit, dengan pasangan tuan rumah tampil lebih konsisten sejak awal hingga akhir pertandingan.
Usai laga, Raymond mengakui dirinya dan Joaquin belum mampu mengantisipasi pola permainan yang diterapkan pasangan Tiongkok.
Baca Juga:
Tiongkok Kucurkan US$100 Juta untuk Palestina, Xi–Abbas Tegaskan Komitmen Perdamaian
Menurutnya, permainan reli panjang yang diperagakan lawan membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan terbaik.
“Kami kurang siap dengan pola permainan yang mereka peragakan, mereka banyak main panjang jadi buat kami ragu-ragu. Kami terlalu lama mengantisipasinya,” ujar Raymond seusai pertandingan.
Sementara itu, Nikolaus Joaquin menilai kondisi pertandingan di lapangan menjadi salah satu tantangan yang sulit diprediksi.
Meski telah melakukan persiapan dari sisi strategi maupun mental, ia mengakui masih melakukan sejumlah kesalahan yang seharusnya dapat dihindari.
“Pastinya tadi persiapan sudah dilakukan, secara strategi maupun mental juga tapi memang kita tidak pernah tahu di lapangan akan seperti apa. Tadi juga saya banyak melakukan kesalahan yang seharusnya pemain dunia tidak boleh lakukan tapi saya berulang kali melakukannya,” ujarnya.
Meski sempat berusaha bangkit dan mengejar ketertinggalan, pasangan Indonesia itu tidak mampu membalikkan keadaan.
Selisih poin yang sudah cukup jauh membuat upaya mereka untuk menyamakan kedudukan tidak berjalan sesuai harapan.
Joaquin mengatakan kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kualitas permainan pada turnamen berikutnya.
Ia bertekad menjadikan hasil di China Open 2026 sebagai bahan evaluasi agar tampil lebih baik di kompetisi selanjutnya.
“Saya mencoba kembali lagi, sempat ada peluang tapi memang tadi poinnya sudah terlalu jauh jadi sulit untuk mengejar. Ini evaluasi besar buat saya pribadi,” katanya.
Hasil ini sekaligus mengakhiri langkah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di China Open 2026.
Pasangan muda Indonesia tersebut diharapkan dapat segera bangkit dan memperbaiki berbagai kekurangan sebagai bekal menghadapi turnamen-turnamen internasional berikutnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]