WAHANANEWS.CO, Jakarta - Indonesia mengawali tahun 2026 dengan sorotan positif dari komunitas olahraga internasional.
Selain aktif menjadi tuan rumah berbagai ajang bergengsi dunia, prestasi atlet nasional juga terus menunjukkan tren menggembirakan.
Baca Juga:
Kemenpora Dukung Penguatan Isu Lingkungan Hidup untuk Wujudkan Asta Cita
Salah satunya datang dari cabang olahraga tenis melalui ajang Davis Cup 2026 World Group II Play-off yang digelar di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Menjamu tim nasional Togo, skuad tenis putra Indonesia tampil dominan sejak hari pertama pertandingan.
Pada laga pembuka yang berlangsung Sabtu (7/2/2026), dua petenis tunggal Indonesia, Justin Barki dan Muhammad Rifqi Fitriadi, berhasil menyapu bersih kemenangan dengan skor 2-0 atas wakil Togo, Kwami Stanislas Dussey dan Noah Koffi.
Baca Juga:
Kemenpora Berangkatkan 24 Pelajar Ikuti Bangkok International Youth Football Festival 2026
Keunggulan tim tuan rumah berlanjut pada hari kedua pertandingan, Minggu (8/2/2026).
Pasangan ganda Christopher Rungkat–Justin Barki tampil solid dan menundukkan duet Togo Stanislas Dussey–Kadangan Killi dalam pertandingan dua set langsung.
Hasil tersebut memastikan kemenangan sempurna Indonesia dengan skor 3-0 atas Togo.
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan tim beregu tenis putra Indonesia melaju ke babak pertama putaran final Grup II Dunia Davis Cup 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Thohir yang hadir langsung menyaksikan pertandingan, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan semangat juang para petenis nasional.
“Ya senang karena kan kemarin waktu Sea Games juga para pemain memberikan yang terbaik untuk juara, (mendapatkan medali) emas, terima kasih. Ini sebenarnya sudah menang 3-0 sama Togo artinya kan lolos ke grup II, tapi denger-denger tadi lebih semangat lagi mau lolos ke grup seterusnya, cuma satu-satu, nanti September Insyaa Allah entah kita jadi tuan rumah tau mungkin nanti kita bertandang,” ujar Menpora.
Lebih lanjut, Menpora berharap Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) dapat terus berkomitmen dalam pembinaan dan pendampingan atlet secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa tenis memiliki potensi besar untuk bangkit dan bersaing di level dunia, sejalan dengan kebijakan pemerintah.
“Mudah-mudahan tenis bisa bangkit. Saya berharap PELTI bisa serius , dan pemain saya rasa juga kita punya bakat-bakat yang bagus di tenis. Mudah-mudahan ini bisa konsisten, apalagi Bapak Presiden sudah memasukkan tenis sebagai 21 cabor unggulan. Di mana kita juga sudah susun budgetting untuk berfokus pada Olimpiade,” tambah Menpora.
Sehari sebelumnya, tepatnya Sabtu malam (7/2/2026), Menpora Erick Thohir juga menyaksikan secara langsung laga final AFC Futsal Asian Cup 2026 antara Indonesia melawan Iran.
Meski belum meraih gelar juara, tim nasional futsal Indonesia mencatatkan sejarah dengan menembus partai final untuk pertama kalinya.
Keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah ajang tersebut mendapat apresiasi dari Asian Football Confederation (AFC), baik dari sisi penyelenggaraan yang dinilai rapi dan profesional, tingginya antusiasme penonton, maupun capaian prestasi timnas futsal Merah Putih.
Kehadiran Menpora dalam laga final tersebut bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, menjadi bukti nyata konsistensi dukungan pemerintah terhadap atlet nasional yang berlaga di level internasional.
“Ini adalah lompatan besar timnas futsal Indonesia. Mereka berhasil hadirkan sejarah melangkah menuju final Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya. Untuk itu kami akan terus hadir langsung memberikan dukungan dan semangat kepada para atlet yang sedang menjaga nama bangsa di ajang olahraga kelas dunia. Ini adalah bukti kehadiran negara untuk mendukung perjuangan para atlet,” pungkas Menpora.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]