WAHANANEWS.CO, Jakarta – Fardhan Rainanda Joe harus puas mengakhiri perjuangannya sebagai runner-up pada Kejuaraan Asia Junior 2026 setelah kalah di partai final nomor tunggal putra.
Pebulu tangkis muda Indonesia itu tak mampu membendung permainan wakil Tiongkok, Hong Tian Yue, dan menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 18-21, 19-21.
Baca Juga:
Finis Runner-up Grup C, Timnas U-22 Indonesia Tak Mampu Tembus Empat Besar
Laga final yang berlangsung di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang, pada Minggu (5/7/2026), berjalan sengit sejak awal hingga akhir pertandingan.
Kedua pemain sama-sama menampilkan permainan menyerang dan saling menekan sehingga pertandingan berlangsung ketat selama 34 menit.
Pada gim pertama, Fardhan Rainanda Joe mampu mengimbangi permainan Hong Tian Yue. Kedua pebulu tangkis bergantian mencetak angka hingga kedudukan imbang 10-10.
Baca Juga:
Perkenalkan Budaya Indonesia, Melliza Xaviera Jadi 3rd Runner Up Miss International 2025
Namun setelah memasuki interval, Hong mulai menemukan ritme permainannya dan tampil lebih efektif.
Wakil Tiongkok itu mampu membuka jarak hingga empat poin berkat permainan agresif dan minim kesalahan.
Meski sempat tertinggal, Joe menunjukkan semangat juang tinggi. Ia berhasil mencetak lima poin berturut-turut untuk menyamakan kedudukan menjadi 15-15.
Pertandingan kembali berlangsung ketat hingga memasuki poin-poin akhir.
Namun, Hong tampil lebih tenang dan mampu mengamankan gim pertama dengan kemenangan 21-18.
Memasuki gim kedua, duel kembali berlangsung seimbang. Joe beberapa kali mampu mengejar ketertinggalan dan memberikan tekanan kepada lawannya.
Kedua pemain terus saling berbalas poin hingga skor 19-19, membuat pertandingan semakin menegangkan.
Sayangnya, pada dua poin penentuan, Hong kembali menunjukkan kualitasnya dengan bermain lebih efektif dan minim kesalahan.
Ia sukses merebut dua poin terakhir sekaligus memastikan kemenangan 21-19 untuk mengunci gelar juara Kejuaraan Asia Junior 2026.
Usai pertandingan, Fardhan Rainanda Joe mengakui penampilannya belum maksimal.
Ia menilai terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri pada gim pertama, sementara pada gim kedua dirinya kesulitan mengendalikan mental sehingga dihantui rasa ragu saat bermain.
“Tadi di game pertama saya banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu memberikan terlalu banyak poin ke lawan. Di game kedua saya tidak bisa kontrol diri sendiri dan banyak ragu,” ucapnya.
Joe juga mengungkapkan bahwa gaya permainan Hong Tian Yue menjadi salah satu faktor yang menyulitkannya sepanjang pertandingan.
Menurutnya, lawan tampil sangat cepat terutama saat menguasai area depan lapangan sehingga membuat dirinya kesulitan mengembangkan permainan.
“Lawan bermain cepat di depan dan saya cukup kesulitan dengan strategi main lawan,” jelasnya.
Meski gagal membawa pulang gelar juara, Joe bertekad menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainannya.
Ia menegaskan akan memperbaiki kontrol diri saat bertanding sekaligus mengasah kemampuan teknik agar dapat tampil lebih baik pada turnamen-turnamen berikutnya.
“Kedepannya saya harus bisa kontrol diri sendiri dan meningkatkan teknik mainnya. Untuk tim dan masyarakat Indonesia terima kasih sudah mendukung saya terus, maaf saya belum bisa kasih yang terbaik hari ini,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]