WAHANANEWS.CO, Jakarta - Erick Thohir selaku Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) menggelar silaturahmi bersama insan media pada Selasa (24/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan dengan awak media, tetapi juga dimanfaatkan untuk memaparkan dan mensosialisasikan berbagai program strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang akan dijalankan pada Tahun 2026.
Baca Juga:
Menpora Buka Peluang Provinsi Penyangga untuk PON 2028, Tunggu Keputusan KONI
Dalam kesempatan itu, Menpora Erick memaparkan sejumlah program prioritas yang mencakup bidang kepemudaan dan keolahragaan.
Program tersebut meliputi penguatan karakter dan kapasitas generasi muda, peningkatan prestasi olahraga nasional, pemasyarakatan olahraga di tengah masyarakat, pembinaan atlet usia dini, hingga rencana pemberian dana pensiun bagi atlet.
Selain itu, Kemenpora juga menyiapkan program Training of Trainers (ToT) khusus untuk atlet disabilitas sebagai bentuk komitmen terhadap olahraga inklusif.
Baca Juga:
Kemenpora Matangkan Strategi Hadapi Tantangan SEA Games 2027 di Malaysia
Pada sektor kepemudaan, Menpora Erick menyampaikan bahwa tahun ini Kemenpora meluncurkan program baru bertajuk Youth Camp.
Program ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh program kepemudaan yang ada di Kemenpora agar lebih terarah dan terkoordinasi, sekaligus disinergikan dengan pemerintah daerah sehingga implementasinya dapat menjangkau lebih banyak pemuda di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, Kemenpora juga akan menggelar Indonesia Youth Summits bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi, diskusi, dan aktualisasi gagasan generasi muda dari berbagai daerah.
Untuk mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan bangsa, Kemenpora turut menyiapkan program lomba debat dan pidato.
Program ini menjadi wadah bagi anak muda untuk menyampaikan ide, gagasan, serta pemikiran kritisnya demi kemajuan Indonesia.
"Untuk program kepemudaan kita ingin fokus menjalankan program yang sesuai dengan kondisi anak muda. Seperti Youth Camp, Indonesia Youth Summits hingga lomba debat dan pidato untuk anak muda," kata Menpora Erick.
Di bidang keolahragaan, Menpora Erick menegaskan bahwa peningkatan prestasi atlet tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam menghadapi ajang internasional seperti Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah menggodok skema dana pensiun atlet agar para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa mendapatkan jaminan kesejahteraan setelah pensiun dari dunia olahraga.
Selain penguatan internal, Kemenpora juga terus memperluas sinergi lintas kementerian untuk membangun ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan.
Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian UMKM, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Alhamdulillah kerjasama kita dengan kementerian lain seperti dengan Kemendagri, Kementrian UMKM sudah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang akan menindak lanjuti terkait pengelolaan aset-aset olahraga di daerah, dan akan dibentuk satgas. Bahkan dengan Kemenpar sendiri Alhamdulillah kita sudah diberikan 9 job desk," ujar Menpora Erick.
Terkait kolaborasi dengan Kemendikdasmen, Menpora Erick menjelaskan bahwa telah disepakati implementasi 21 cabang olahraga yang tercantum dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet sejak usia sekolah.
"Untuk yang SMA nantinya akan diberikan pilihan menjalankan cabor Mother of Sport (renang, atletik, senam). Itu disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah," tambahnya.
Menutup pertemuan tersebut, Menpora Erick berharap dukungan penuh dari media dalam mengawal dan menyosialisasikan berbagai program Kemenpora agar dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi pemuda serta dunia olahraga nasional.
"Terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah hadir dalam silaturahmi ini," kata Menpora Erick.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]