WAHANANEWS.CO, Jakarta – Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi menetapkan pedoman baru yang lebih ketat terkait penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang akan mulai diberlakukan pada seluruh kompetisi musim 2026/2027.
Kebijakan tersebut lahir sebagai respons atas berbagai kontroversi keputusan VAR yang terjadi sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 dan memicu perdebatan luas di kalangan pencinta sepak bola.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026: Edisi Terbesar Sepanjang Sejarah dengan 48 Negara
Keputusan tersebut disepakati dalam pertemuan yang melibatkan para pejabat perwasitan dari 55 federasi anggota UEFA.
Langkah ini diambil untuk menciptakan standar penerapan Laws of the Game yang lebih seragam, konsisten, serta meningkatkan kualitas kepemimpinan wasit di seluruh kompetisi Eropa.
Rapat yang berlangsung di markas UEFA di Nyon, Swiss, juga dihadiri oleh perwakilan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).
Baca Juga:
Paul Pogba Pimpin 51 Atlet Desak UEFA Larang Israel Tampil di Sepak Bola Internasional
Dalam forum tersebut, para peserta mengevaluasi sejumlah perubahan terbaru terhadap Laws of the Game sekaligus merumuskan pedoman baru mengenai penggunaan VAR dan penerapan aturan pertandingan menjelang dimulainya musim kompetisi 2026/2027.
Evaluasi dilakukan menyusul munculnya sejumlah keputusan kontroversial selama Piala Dunia 2026.
Di antaranya adalah gol Iran yang dianulir saat menghadapi Mesir serta keputusan pemberian hadiah penalti kepada Belgia ketika berhadapan dengan Senegal.
Beberapa insiden tersebut dinilai memunculkan perdebatan mengenai batas kewenangan VAR dalam mengintervensi keputusan wasit di lapangan.
Mengutip Marca, UEFA bersama IFAB akhirnya menyepakati bahwa VAR hanya boleh digunakan apabila terdapat kesalahan yang jelas dan nyata (clear and obvious error) atau ketika wasit melewatkan insiden penting yang semestinya mendapatkan keputusan selama pertandingan berlangsung.
"VAR bukanlah sistem yang bertugas mengambil alih kepemimpinan pertandingan. Teknologi tersebut hanya berfungsi membantu wasit utama, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan pengadil lapangan," kata UEFA dalam keterangan resminya seperti dilansir Marca, Rabu, 29 Juli 2026.
Selain memperjelas batas penggunaan VAR, para pejabat perwasitan juga menyepakati pembatasan durasi proses peninjauan melalui monitor di tepi lapangan (on-field review).
Menurut mereka, pemeriksaan yang berlangsung terlalu lama justru menunjukkan bahwa keputusan awal wasit tidak mengandung kesalahan yang benar-benar jelas sehingga dapat mengurangi kelancaran jalannya pertandingan.
UEFA bersama seluruh federasi nasional anggotanya juga menyetujui penerapan standar yang lebih seragam dalam proses identifikasi pemain pada berbagai insiden pertandingan.
Langkah tersebut mengikuti klarifikasi terbaru yang telah diterbitkan IFAB agar tidak terjadi perbedaan penafsiran dalam penerapan hukum permainan di berbagai kompetisi.
Tidak hanya berfokus pada VAR, UEFA turut memberikan dukungan penuh terhadap sejumlah reformasi aturan lain yang bertujuan mengurangi praktik pemborosan waktu selama pertandingan.
Aturan tersebut akan diterapkan secara lebih tegas pada berbagai situasi seperti tendangan gawang, lemparan ke dalam, pergantian pemain, hingga penghentian pertandingan akibat cedera.
UEFA menegaskan bahwa seluruh perangkat pertandingan akan diminta menerapkan aturan-aturan tersebut secara konsisten, baik di kompetisi domestik maupun ajang internasional.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan waktu efektif bermain, menjaga ritme pertandingan, serta meminimalkan penundaan yang tidak diperlukan.
Dalam pertemuan tersebut, aspek komunikasi antara wasit dan pemain juga menjadi salah satu perhatian utama.
UEFA akan memperkuat protokol komunikasi dengan menetapkan kapten tim sebagai satu-satunya pemain yang menjadi penghubung utama dengan wasit selama pertandingan berlangsung.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi protes berlebihan dari pemain sekaligus menciptakan suasana pertandingan yang lebih tertib.
UEFA menyatakan akan mengumumkan langkah lanjutan dalam beberapa pekan mendatang guna memastikan seluruh kompetisi di bawah naungannya menerapkan hukum permainan, standar perwasitan, serta protokol penggunaan VAR secara seragam di seluruh Eropa.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]