WAHANANEWS.CO, Jakarta - AC Milan dikabarkan selangkah lagi meresmikan penunjukan Rúben Amorim sebagai pelatih kepala baru mereka untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027.
Informasi tersebut mencuat dari sejumlah media Italia dan diperkuat oleh laporan pakar transfer sepak bola Fabrizio Romano pada Senin (15/6/2026).
Baca Juga:
AC Milan Hentikan Tren Sempurna Napoli, Menang 2-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain
Pelatih asal Portugal itu disebut telah mencapai kesepakatan verbal dengan manajemen Rossoneri.
Dalam kesepakatan tersebut, Amorim akan mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan selama satu musim tambahan apabila target yang ditetapkan klub berhasil tercapai.
Kehadiran Amorim menjadi bagian dari upaya besar AC Milan untuk membangun kembali kekuatan tim setelah menjalani musim yang mengecewakan.
Baca Juga:
Chelsea Akhiri Persiapan Musim dengan Kemenangan Meyakinkan atas AC Milan
Rossoneri hanya mampu mengakhiri kompetisi Serie A 2025/2026 di posisi kelima klasemen akhir, sehingga gagal mengamankan tiket ke Liga Champions musim berikutnya.
Amorim nantinya akan menggantikan Massimiliano Allegri yang meninggalkan kursi kepelatihan setelah berakhirnya musim.
Pergantian pelatih ini menjadi salah satu langkah awal dalam restrukturisasi besar yang tengah dilakukan manajemen klub guna mengembalikan Milan ke jalur persaingan papan atas sepak bola Italia maupun Eropa.
Tak hanya perubahan di sektor kepelatihan, Milan juga melakukan perombakan di level manajemen.
Sejumlah petinggi klub memilih meninggalkan jabatannya setelah kegagalan tim mencapai target musim lalu.
Direktur olahraga Igli Tare dan CEO Giorgio Furlani termasuk dalam daftar petinggi yang hengkang.
Selain itu, direktur teknis Geoffrey Moncada juga tidak lagi menjadi bagian dari struktur klub dalam era baru yang sedang dibangun Rossoneri.
Kembalinya Amorim ke dunia kepelatihan turut membawa dampak positif bagi mantan klubnya, Manchester United.
Dengan Amorim kembali bekerja di klub lain, beban kompensasi yang sebelumnya harus ditanggung klub Liga Inggris tersebut menjadi lebih ringan.
Seperti diketahui, Amorim dipecat Manchester United pada Januari 2026 bersama seluruh staf kepelatihannya setelah serangkaian hasil yang tidak memuaskan.
Saat itu, kedua belah pihak menyepakati paket kompensasi pemutusan kontrak senilai 16,7 juta poundsterling.
Sebelum menjalani periode sulit bersama Setan Merah, Amorim dikenal sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa berkat keberhasilannya bersama Sporting CP.
Dalam kurun waktu empat tahun, ia mampu mengantarkan klub Portugal tersebut meraih dua gelar Liga Portugal pada periode 2020 hingga 2024.
Prestasi itulah yang membuat Manchester United tertarik memboyongnya ke Old Trafford.
Namun, perjalanan Amorim di Inggris tidak berjalan sesuai harapan. Manchester United mengakhiri musim 2024/2025 di peringkat ke-15 klasemen Premier League.
Pada musim berikutnya, performa tim juga belum menunjukkan peningkatan signifikan dan United masih tertahan di posisi keenam sebelum akhirnya Amorim digantikan oleh Michael Carrick.
Di AC Milan, salah satu pekerjaan rumah pertama yang harus diselesaikan Amorim adalah menentukan masa depan Rafael Leão.
Penyerang asal Portugal tersebut belakangan santer dikabarkan ingin mencari tantangan baru di luar Italia.
“Serie A terus berkembang, namun saya menilai Premier League atau La Liga lebih sesuai dengan gaya bermain saya.” Jika ada peluang bermain di Premier League, saya akan sangat senang," kata Leão kepada media Portugal.
Pernyataan tersebut semakin memanaskan spekulasi mengenai kemungkinan hengkangnya sang pemain pada bursa transfer musim panas.
Jika Leão benar-benar pergi, Amorim harus segera mencari solusi untuk menjaga daya gedor Milan tetap kompetitif di tengah proses pembangunan ulang tim yang sedang berlangsung.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]