WahanaNews.co | Gempa Banten yang terjadi pada Minggu (9/10/2022) pukul 17.02 WIB dipicu deformasi atau patahan pada slab lempeng di zona transisi Megathrust-Benioff.
Fakta ini diungkapkan Plt Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Baca Juga:
Peta Gempa 2024 Ungkap 14 Zona Megathrust Baru, Ancaman Makin Terukur
"Mag 5,5 selatan Banten petang ini diduga dipicu deformasi/patahan pada slab lempeng di zona transisi Megathrust-Benioff. Gempa ini diduga gempa Intra-slab (gempa dalam lempeng)," tulis Daryono di akun media sosial pribadinya, Minggu (9/10/2022).
BMKG mengatakan, pusat gempa berada di kedalaman 12 kilometer. Gempa Banten ini dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Gempa dirasakan di sejumlah daerah di antaranya (MMI):III-IV Kab. Sukabumi, III Bayah, III Sukabumi, III Sagaranten, III Cianjur, III Panggarangan, III Ciptagelar, III Malingping, III Cihara, III Cibeber, III Cilograng, II-III Citeko, II-III Cisarua.
Baca Juga:
Buleleng Diguncang 9 Kali Gempa, BMKG Ungkap Aktivitas Sesar Aktif
Kemudian, Skala II Pangandaran, II Ciputat, II Parung Panjang, II Pandeglang, II Majasari, II Serang, II Sawarna, II Tamanjaya, II Ujung Kulon, II Merak, II Tangerang, II Jakarta, II Depok. [rin]