Fusarium menyerang jaringan pembuluh kayu (xylem) yang menyebabkan transportasi air terganggu sehingga tanaman cabai layu. Fusarium masuk ke dalam jaringan tanaman melalui akar yang terluka.
Jika dibelah, pembuluh di dalam batang bewarna coklat. Populasi patogen Fusarium sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah sebagai media tumbuh dan berkembang.
Baca Juga:
Cara Atasi Daun Kuning dan Keriting pada Tanaman Cabai
Populasi Fusarium biasanya ada pada tanah yang ber pH rendah (asam) yaitu pada kisaran 4,5 sampai 6,0 dan pada suhu optimum 28 derajat celcius.
Gejala serangannya adalah tulang daun mengalami pemucatan di bagian atasnya, kemudian menyebar ke seluruh bagian tanaman hingga layu dan mati.
Berbeda dengan layu akibat bakteri, pada layu Fusarium tidak akan didapati cairan lendir hanya di jaringan pembuluh batangnya saja bewarna coklat.
Baca Juga:
Cara Mencegah dan Mengusir Kutu Daun pada Tanaman Cabai
Penyebaran bisa melalui tanah (soil borne), aliran air (water borne), udara atau angin (air borne), dan melalui alat, tanah yang terbawa pada alat atau sentuhan tangan yang sebelumnya berinteraksi dengan patogen tersebut.
Pengendalian penyakit layu fusarium antara lain sebagai berikut
Perbaikan sistem pengairan, antara lain pemberian air secara rutin sehingga tanah dapat dikondisikan pada struktur yang normal (tidak pecah-pecahan atau tergenang).