Semua
proses tadi telah menggunakan mesin-mesin modern.
"Tenaga
manusia hanya mengawasi," tulis Djaja.
Baca Juga:
Satpol PP Segel Gedung Mewah Langgar GSS Ciliwung Pekan Esok: Ada yang Lapor Polres Soal Penipuan
Dengan
begitu, kualitas bir pun tetap terjaga dan kuantitasnya stabil.
Bir
buatan Budjana Yasa dijual di hotel-hotel, pusat perbelanjaan kelas atas, dan
tempat wisata lainnya sesuai peraturan daerah.
Harganya
di bawah bir impor, tetapi tetap mahal buat kebanyakan orang.
Baca Juga:
Peduli Lingkungan, PLN Gelar River Clean Up di Ciliwung
"Biasanya
orang yang tiap hari minum bir adalah orang-orang yang padat kantongnya,"
terang Djaja.
Selama
masa ini, permintaan bir di Jakarta terus meningkat. Selain itu, muncul pula
desakan untuk menginovasi rasa bir.
Riset
pun dilakukan dengan menggunakan jagung sebagai pengganti beras.