Semua
proses tadi telah menggunakan mesin-mesin modern.
"Tenaga
manusia hanya mengawasi," tulis Djaja.
Baca Juga:
Peduli Lingkungan, PLN Gelar River Clean Up di Ciliwung
Dengan
begitu, kualitas bir pun tetap terjaga dan kuantitasnya stabil.
Bir
buatan Budjana Yasa dijual di hotel-hotel, pusat perbelanjaan kelas atas, dan
tempat wisata lainnya sesuai peraturan daerah.
Harganya
di bawah bir impor, tetapi tetap mahal buat kebanyakan orang.
Baca Juga:
Tirta Asasta Depok Angkut 10 Ton Sampah dari Ciliwung, Tegaskan Komitmen Lingkungan
"Biasanya
orang yang tiap hari minum bir adalah orang-orang yang padat kantongnya,"
terang Djaja.
Selama
masa ini, permintaan bir di Jakarta terus meningkat. Selain itu, muncul pula
desakan untuk menginovasi rasa bir.
Riset
pun dilakukan dengan menggunakan jagung sebagai pengganti beras.