WAHANANEWS.CO, Jakarta - Polemik perselingkuhan yang semula bergulir di ranah privat kini berubah panas ketika muncul dugaan pemerasan dan keterlibatan oknum aparat dalam pusaran kasus Insanul Fahmi dan Inara Rusli.
Pihak Insanul Fahmi mengungkap adanya dugaan pemerasan yang diduga melibatkan oknum aparat kepolisian dengan dalih penyelesaian damai bersama Wardatina Mawa di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Baca Juga:
Inara Rusli Laporkan Penyebaran CCTV, Misteri Bocornya Rekaman Rumah Pribadi Makin Menguat
Insanul Fahmi dan Inara Rusli hingga kini masih menjalani proses hukum atas laporan Wardatina Mawa terkait dugaan perzinaan, Jumat (2/1/2025).
Laporan tersebut dilayangkan Wardatina Mawa ke Polda Metro Jaya setelah ia mengungkap hubungan Insan dengan Inara ke publik.
Hubungan Insanul Fahmi dan Inara Rusli diketahui berujung pada pernikahan siri yang dilangsungkan pada Agustus 2025.
Baca Juga:
Insanul Fahmi Minta Publik Jangan Serang Dua Istrinya, Tegaskan Dirinya Paling Layak Dihujat
Pernikahan siri tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Wardatina Mawa yang hingga saat ini masih berstatus sebagai istri sah Insanul Fahmi.
Situasi kian rumit setelah muncul laporan balik dari Inara Rusli.
Inara Rusli melaporkan dugaan kebocoran rekaman CCTV di rumah pribadinya yang diduga digunakan sebagai alat bukti oleh Wardatina Mawa dalam laporan ke kepolisian.
Di tengah silang sengkarut laporan tersebut, praktisi hukum Dedy DJ yang juga menjadi kuasa hukum salah satu saksi dalam laporan Inara menyampaikan kecurigaannya.
Ia menduga terdapat pihak tertentu yang menunggangi perkara ini dengan motif yang tidak murni.
“Kita paham betul terkait masalah Mawa melaporkan Insanul dan Inara itu kan haknya beliau gitu loh,” kata Dedy, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (2/1/2025).
Menurut Dedy, laporan tersebut pada awalnya bertujuan untuk mencari keadilan dan kepastian hukum.
“Tetapi ketika bicara ada niat lain ya kan yang di mana Mawa sendiri dari awal dia mencari kepastian hukum, dia membuat laporan ke polisi untuk meminta keadilan.”
Namun Dedy mengingatkan adanya potensi penyimpangan dalam proses hukum yang tengah berjalan.
“Tetapi ini yang harus kita khawatirkan ada yang menunggangi ya, motifnya sudah bukan mencari kepastian hukum, bukan mencari keadilan.”
Ia menilai fokus perkara justru bergeser ke arah yang lebih mengkhawatirkan.
“Tetapi mencari uang dan mau memeras Insanul ini yang yang harus kita betul-betul menjadi satu atensi gitu loh,” paparnya.
Lebih jauh, Dedy menyebut dugaan pemerasan tersebut diduga melibatkan oknum kepolisian.
Ia mengklaim telah mengantongi bukti yang menguatkan tudingan tersebut.
“Jadi niatnya, motifnya sudah bukan mencari keadilan, tetapi mau memeras Insanul,” terang Dedy.
“Dan bukti semua kita sudah siapkan, kita sudah dengar ya, ada rekamannya juga ya kan bahwa didesain serapi mungkin oleh oknum inisial N dan oknum inisial P ya.”
Menurut Dedy, skenario yang diduga disiapkan adalah menetapkan Insanul Fahmi sebagai tersangka lebih dulu lalu membuka ruang damai dengan imbalan tertentu.
“Jadi dia mau memeras Insanul dengan menetapkan tersangka kemudian meminta damai. Nah, di situlah mereka akan bermain.”
Ia menyebut dugaan tersebut sangat memprihatinkan jika benar melibatkan aparat penegak hukum.
“Jadi, ini sangat-sangat miris ya. Apalagi yang patut diduga ini ada satu oknum dari polisi,” pungkasnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]