WAHANANEWS.CO, Jakarta - Film horor psikologis berjudul Lift menawarkan teror mencekam dari ruang sempit yang selama ini dianggap aman dan biasa.
Diproduseri Ario Sagantoro, sosok di balik kesuksesan The Raid 1 & 2, film ini digarap oleh sutradara Randy Chans dengan pendekatan ketegangan yang intens dan berlapis.
Baca Juga:
Waktu Maghrib, Kisah Horor Desa yang Terinspirasi Kepercayaan Waktu Senja
Lift mengusung cerita sederhana yang perlahan berubah menjadi mimpi buruk.
Sebuah lift di gedung perkantoran menjadi pusat tragedi yang membuka kembali rahasia kelam masa lalu, menghadirkan teror yang tak hanya bersifat fisik, tetapi juga menghantui secara psikologis.
Ketegangan dibangun secara bertahap melalui tekanan emosional dan konflik batin para tokohnya.
Baca Juga:
Dari Perundungan ke Teror Supranatural, Qorin 2 Hadirkan Konflik Ayah dan Anak yang Mengguncang
Film ini menggali trauma lama, rasa bersalah, serta dosa-dosa yang selama ini terpendam dan belum pernah benar-benar diselesaikan.
Latar cerita berada di lingkungan PT Jamsa Land, enam tahun setelah insiden kecelakaan lift fatal yang menewaskan banyak korban jiwa.
Tragedi tersebut meninggalkan luka mendalam dan bayang-bayang kelam bagi seluruh pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak.
Teror kembali muncul ketika Linda, seorang staf humas perusahaan yang diperankan Ismi Melinda, terjebak sendirian di dalam lift.
Situasi semakin mencekam saat interkom lift tiba-tiba dikuasai suara misterius yang perlahan mengambil alih kendali dan mengancam keselamatannya.
Ancaman tersebut berkembang menjadi permainan hidup dan mati. Linda dipaksa mengikuti serangkaian perintah berbahaya demi menyelamatkan anaknya yang diketahui sedang disandera. Setiap keputusan yang ia ambil membawa konsekuensi besar.
Satu per satu tantangan yang dihadapi Linda menyeretnya pada kebenaran kelam di balik tragedi enam tahun silam.
Rahasia yang selama ini terkubur rapi akhirnya dipaksa muncul ke permukaan, menghadapkan Linda pada masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan.
Film ini turut dibintangi Shareefa Daanish, Verdi Solaiman, Max Metino, dan Tegar Satrya. Interaksi antarkarakter dibangun kuat untuk menambah tekanan psikologis, menciptakan suasana tegang yang konsisten sepanjang alur cerita.
Sebelum tayang di Tanah Air, Lift telah lebih dulu mendapat perhatian di kancah internasional dengan masuk dalam Official Selection Dubai City Film Festival 2025.
Capaian ini menandai pengakuan awal terhadap kualitas cerita dan penyajiannya.
Tak hanya itu, Lift juga meraih empat nominasi di Los Angeles Fantasy Fest 2025, masing-masing untuk kategori Best Feature Film, Best Director, Best Screenplay, dan Best Cinematography.
Film Lift dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026.
Karya ini diharapkan menjadi salah satu film drama psikologis lokal yang menghadirkan ketegangan realistis dan dekat dengan keseharian dunia perkantoran.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]