WahanaNews.co | Hadirnya Karen’s Diner di Jakarta tuai sorotan masyarakat.
Restoran asal Australia ini menarik perhatian karena konsepnya yang unik dengan menghadirkan pelayan berkarakter angkuh dan tidak ramah.
Baca Juga:
Libur Lebaran Idulfitri, Pengunjung Margasatwa Ragunan Capai Angka 102.928 Orang
Karena konsepnya yang unik ini-lah, tak sedikit orang yang ingin berkunjung ke Karen's Diner demi meluapkan emosi.
Di media sosial, banyak juga pengunjung yang terlihat ikut marah-marah membalas sikap pramusaji yang terlihat kasar.
Pertanyaannya, sehatkah meluapkan emosi dengan cara seperti ini?
Baca Juga:
H+1 Lebaran Idulfitri, Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Baik
Psikolog klinis Kantiana Taslim menganjurkan pengunjung yang memiliki karakter mudah marah agar mempertimbangkan kembali rencana kunjungannya ke Karen's Diner.
"Kalau kita jadi tidak bisa meregulasi emosi ketika berada di sana, fun experience-nya jadi enggak dapat dan pengunjung lain juga jadi terganggu," kata psikolog dari Ohana Space tersebut dilansir dari CNNIndonesiacom, Selasa (20/12).
Kantiana juga menegaskan bahwa Karen's Diner juga tak bisa dijadikan 'lapak' untuk mengekspresikan emosi.
Alih-alih meluapkan emosi, Karen's Diner lebih cocok jadi tempat bagi Anda yang ingin mendapatkan pengalaman menyenangkan.
"[Resto ini] tempatnya untuk makan dengan fun and unique experience, bukan tempat rekreasi untuk kita bisa mengekspresikan emosi kita, akan jadi tidak tepat tujuannya," jelasnya.
Alih-alih ke Karen's Diner, Kantiana menganjurkan Anda untuk datang ke tempat-tempat yang sesuai untuk meluapkan emosi.
"Ada baiknya kalau memang ingin mengekspresikan emosi dengan datang ke tempat-tempat hiburan, bisa datang ke tempat yang memang sesuai misalnya ke taman hiburan dan naik wahana. Jadi bisa teriak-teriak supaya lebih lega," katanya.
Tak hanya mengunjungi taman hiburan, Kantiana juga merekomendasikan orang-orang yang ingin meluapkan emosi untuk melakukan aktivitas fisik seperti olahraga yang dapat mengeluarkan energi berlebih.
"Atau bisa ke tempat rekreasi dengan ruangan yang didesain khusus untuk pengunjung bisa lempar-lempar, pukul dan hancurin barang untuk mengekspresikan emosi marah dan agresi," tutur Kantiana.
Dengan melakukan metode-metode tersebut, lanjutnya, penyaluran emosi pun akan jadi lebih tepat.
Pasalnya, jika cara yang dipilih tidak sesuai, individu jadi tak punya kemampuan untuk mengekpresikan emosi dengan wadah yang tepat.
Padahal, kemampuan meluapkan emosi ini penting bagi setiap individu. [rgo]